PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI
DAN TUGAS AKHIR
![]() |
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2008
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................ i
DAFTAR ISI.......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................
Pengertian Skripsi..............................................................................
Pengertian Tugas Akhir.....................................................................
Perbedaan Skripsi dan Tugas Akhir..................................................
Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah....................................................
BAB II SKRIPSI HASIL PENELITIAN KUANTITATIF.................
Isi Bagian Awal.................................................................................
Isi Bagian Inti....................................................................................
Isi Bagian Akhir................................................................................
BAB III SKRIPSI HASIL PENELITIAN KUALITATIF...................
Isi Bagian Awal.................................................................................
Isi Bagian Inti....................................................................................
Isi Bagian Akhir................................................................................
BAB IV SKRIPSI HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS.......
Isi Bagian Awal.................................................................................
Isi Bagian Inti....................................................................................
Isi Bagian Akhir................................................................................
BAB V SKRIPSI HASIL PENELITIAN PUSTAKA..........................
Isi Bagian Awal.................................................................................
Isi Bagian Inti....................................................................................
Isi Bagian Akhir................................................................................
BAB VI TUGAS AKHIR BUKAN SKRIPSI......................................
Isi Bagian Awal.................................................................................
Isi Bagian Inti....................................................................................
Isi Bagian Akhir................................................................................
BAB VII SKRIPSI HASIL PENELITIAN TAKHRIJ HADIS............
Isi Bagian Awal.................................................................................
Isi Bagian Inti....................................................................................
Isi Bagian Akhir................................................................................
BAB VIII TEKNIK PENULISAN.......................................................
Sistematika Penulisan........................................................................
Notasi Ilmiah.....................................................................................
Tabel dan Gambar.............................................................................
Bahasa dan Ejaan..............................................................................
Pengetikan dan Penjilidan.................................................................
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................
LAMPIRAN-LAMPIRAN....................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
Penulisan skripsi dan/atau dan tugas akhir sebagai salah satu bentuk karya ilmiah, merupakan ciri utama kegiatan perguruan tinggi sebagai lembaga yang bertugas untuk menggali, mengembangkan, menyampaikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap karya ilmiah dalam penyusunannya harus megikuti kaidah-kaidah yang telah menjadi konvensi pada masayarakat akademik, sehingga dapat dipertanggungjawabkan hasil maupun proses pemerolehan kesimpulan maupun teori-teori yang baru. Untuk memberikan panduan dalam proses penyusunan skripsi maupun tugas akhir, di lingkungan STAIN Salatiga maka disusunlah pedoman ini.
A. PENGERTIAN SKRIPSI
Skripsi merupakan karya ilmiah dalam suatu bidang studi yang ditulis oleh mahasiswa program sarjana (S1) pada akhir studinya. Karya ilmiah ini merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program studi mereka yang dapat ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau hasil kajian pustaka.
Skripsi hasil penelitian lapangan (field research) disusun dari penelitian yang didasarkan pada pengumpulan data empiris di lapangan. Penelitian lapangan dapat menggunakan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan. Sedangkan penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.
Selain dua pendekatan di atas, juga terdapat penelitian tindakan yang dalam bidang pembelajaran disebut dengan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian ini selain berusaha menemukan jawaban atas pertanyaan yang ditemukan, juga sekaligus melakukan tindakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh seorang guru dalam pembelajaran. Dalam disiplin ilmu kependidikan atau Jurusan Tarbiyah, penelitian ini dapat dilakukan pula untuk penyusunan skripsi.
Sedangkan yang dimaksud dengan penelitian kajian pustaka adalah analisis yang dilaksanakan untuk menjawab pertanyaan melalui penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Kajian ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan perspektif baru. Kedudukan bahan-bahan pustaka itu adalah sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang telah ada, untuk kepentingan membangun kerangka teori yang baru atau menemukan acuan untuk memecahkan suatu permasalahan.
B. PENGERTIAN TUGAS AKHIR
Tugas akhir merupakan karya ilmiah yang harus disusun oleh mahasiswa Program Diploma STAIN Salatiga sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studinya. Tugas akhir disusun berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa terhadap kondisi dan permasalahan di lembaga tempat magang. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, mahasiswa membuat analisis terhadap berbagai pilihan solusi bagi peningkatan kinerja dan produktivitas lembaga. Penyelidikan terhadap bahan-bahan pustaka tentu harus dilakukan untuk mendapatkan landasan teoretik yang diperlukan.
C. PERBEDAAN SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR
Terdapat beberapa perbedaan pokok antara skripsi dengan tugas akhir, yaitu:
1. Aspek Permasalahan
Skripsi ditulis berdasarkan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang mengandung problem teoretik. Identifikasi masalah untuk skripsi dapat didasarkan atas informasi dari koran, majalah, buku, jurnal, laporan penelitian, seminar, atau keadaan lapangan. Penulisan skripsi mengikuti langkah-langkah penelitian ilmiah sesuai dengan pendekatan yang dipilihnya, mulai dari identifikasi masalah, permusan hipotesis, pengumpulan dan analisis data, serta kesimpulan.
Tugas akhir disusun berdasarkan permasalahan yang ditemukan mahasiswa pada lembaga tempat mereka magang. Identifikasi permasalahan dalam tugas akhir lebih didasarkan pada kesenjangan antara kenyataan dan harapan akan kinerja dan produktivitas lembaga beserta segala aspek yang terkait. Selanjutnya permasalahan tersebut dicoba untuk diberikan solusi melalui kajian bahan-bahan pustaka yang relevan.
2. Aspek Kajian Pustaka
Kajian pustaka dalam skripsi menempati posisi yang vital, karena mendasari hipotesis maupun konstruksi pemikiran penelitian. Selain itu juga menjelaskan keterkaitan antara penelitian yang dilakukan dengan penelitian-penelitian lain dengan topik yang sama.
Dalam tugas akhir, kajian pustaka lebih merupakan pijakan teoretik atas argumentasi atau solusi yang ditawarkan penulis bagi pemecahan permasalahan dan peningkatan kinerja serta produktifitas lembaga.
3. Aspek Metodologi Penelitian
Penulis skripsi sampai batas-batas tertentu dituntut untuk menerapkan metodologi yang ketat sesuai dengan pendekatan yang diplihnya. Bentuk-bentuk upaya untuk memperoleh data secara valid dan reliabel harus dikemukakan secara jelas, dengan menyebutkan jenis instrumen yang digunakan.
Tuntutan di atas tidak terlalu dibebankan kepada penulis tugas akhir. Titik berat metodologi yang harus dilakukan adalah bagaimana mereka menemukan permasalahan dalam pengalaman kerja mereka pada suatu lembaga, kemudian mengkaji teori-teori yang relevan untuk dapat memberikan tawaran solusinya.
4. Aspek Hasil Penelitian
Kesimpulan dalam skripsi harus didasarkan pada data yang diperoleh dari penelitian. Sebaliknya kesimpulan dalam tugas akhir, didasarkan atas analisis permasalahan dan kajian pustaka yang dilakukan.
D. KODE ETIK PENULISAN
Dalam penulisan skripsi maupun tugas akhir, setiap mahasiswa harus mematuhi kode etik atau norma-norma yang berlaku. Hal ini terutama berkaitan dengan pengutipan dan perujukan, perijinan terhadap bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data atau informan.
Penulis harus menghindari ketidakjujuran atau kecurangan yang sering disebut dengan plagiat, yaitu berupa pengambilan tulisan atau pemikiran orang lain yang diaku sebagai karyanya sendiri. Oleh karena itu penulis skripsi maupun tugas akhir wajib mencantumkan pernyataan bahwa skripsi atau tugas akhir tersebut benar-benar hasil karyanya sendiri.
Selain secara global, dalam setiap pengutipan atau rujukan, penulis juga harus mencantumkan sumbernya secara jujur, bahkan apabila diperlukan ijin tertulis, penulis harus memintanya terlebih dahulu kepada pemiliknya. Hal ini terutama untuk sumber yang berupa bagan, gambar, tabel atau instrumen. Demikian pula apabila penulis mengambil seutuhnya, memodifikasi atau mengembangkan suatu bagan, gambar atau model, maka hal ini harus dijelaskan, selain menyebut sumbernya.
BAB II
SKRIPSI HASIL PENELITIAN KUANTITATIF
Skripsi hasil penelitian kuantitatif memuat semua aspek penelitian, mulai kajian pustaka terhadap berbagai teori maupun langkah-langkah teknis operasional dalam pelaksanaan penelitian. Semua hal tersebut harus disajikan secara runtut sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan bagian-bagian yang dicari, serta melihat alur penelitian secara global. Hal-hal teknis yang disajikan antara lain meliputi penjelasan lengkap mengenai apa yang diteliti; mengapa hal itu diteliti, cara melakukan penelitian, hasil-hasil yang diperoleh, dan kesimpulan penelitian. Penyajiannya secara lugas dan objektif, dengan format yang cenderung baku.
.
A. ISI DAN SISTEMATIKA
Secara umum, isi dan sistematika skripsi hasil penelitian kuantitatif dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Masing-masing bagian dapat dirinci sebagai berikut.
1. Bagian Awal
Cakupan bagian awal, meliputi:
a. Sampul
b. Lembar Berlogo
c. Judul (sama dengan sampul)
d. Persetujuan Pembimbing
e. Pengesahan Kelulusan
f. Pernyataan Keaslian Tulisan
g. Motto dan Persembahan
h. Kata Pengantar
i. Abstrak
j. Daftar Isi
k. Daftar Tabel
l. Daftar Gambar
m. Daftar Lampiran
2. Bagian Inti
Bagian inti skripsi mencakup:
BABI PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Hipotesis Penelitian
E. Kegunaan Penelitian
F. Definisi Operasional
G. Metode Penelitian
1. Pendekatan dan Rancangan Penelitian
2. Lokasi dan Waktu Penelitian
3. Populasi dan Sampel
4. Metode Pengumpulan Data
5. Instrumen Penelitian
6. Analisis Data
H. Sistematika Penulisan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
(Berisi deskripsi variabel-varibel dan teori mengenai hubungan antarvariabel).
A. ...
B. ...
C. ...
BAB III HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi dan Subyek Penelitian
B. Penyajian Data
BAB IV ANALISIS DATA
A. Analisis Deskriptif (masing-masing variabel)
B. Pengujian Hipotesis
C. Pembahasan
BAB V PENUTUP .
A. Kesimpulan
B. Saran
3. Bagian Akhir
Pada bagian akhir memuat:
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran
Riwayat Hidup Penulis
B. DESKRIPSI BAGIAN-BAGIAN SISTEMATIKA
Untuk memperjelas pengertian, format, isi maupun bagian-bagian dalam skripsi hasil penelitian kuantitatif, maka perlu diberikan deskripsi serta batasan sebagai berikut.
1. Bagian Awal
a. Halaman Sampul
Halaman sampul berisi: judul secara lengkap, kata skripsi, nama dan nomor induk mahasiswa (NIM), lambang STAIN Salatiga dengan diameter 5 cm, dan diikuti dengan nama jurusan, dan waktu (bulan-tahun) lulus ujian. Semua huruf dicetak dengan huruf kapital. Komposisi huruf dan tataletak masing-masing bagian diatur secara simetris, rapi, dan serasi. Ukuran huruf yang digunakan adalah 12-16 point. Contoh halaman sampul dapat dilihat pada Lampiran 1.
b. Lembar Berlogo
Lembar berlogo hanya berisi lambang ( STAIN) dengan ukuran diameter 8 cm. Contoh logo STAIN Salatiga dapat dilihat pada Lampiran 2.
c. Halaman Judul
Halaman judul terdiri dari dua halaman. Halaman pertama, isi dan formatnya sama dengan halaman sampul. Halaman judul lembar yang kedua memuat: (1) judul skripsi secara lengkap yang diketik dengan huruf kapital, (2) teks Skripsi diajukan kepada STAIN Salatiga untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program Sarjana ..., .(khusus untuk Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan Tadris Pendidikan Bahasa Inggris) harap periksa Lampiran; (3) nama dan nomor induk mahasiswa, diketik dengan huruf kecil kecuali huruf-huruf pertama dari nama dan NIM, (4) nama lengkap STAIN, jurusan dan program studi diketik dengan huruf kapital, (5) bulan (diketik dengan huruf kecil kecuali huruf pertama) dan tahun lulus ujian. Contoh halaman judul dapat dilihat pada Lampiran 3.
d. Lembar Persetujuan
Ada dua macam lembar persetujuan. Lembar persetujuan yang pertama memuat persetujuan dari para pembimbing. Hal-hal yang dicantumkan dalam lembar persetujuan pembimbing adalah: (1) teks skripsi i telah disetujui untuk diuji, (2) nama lengkap dan nomor induk pegawai (NIP) Pembimbing. Contoh lembar persetujuan pembimbing yang dimaksud dapat dilihat pada Lampiran 4.
Lembar persetujuan yang kedua berisi pengesahan kelulusan oleh para penguji, Ketua STAIN dan Pembantu Ketua I (atau ketua dan sekretaris Sidang Munaqosyah yang ditunjuk), serta pembimbing. Pengesahan ini baru diberikan setelah diadakan penyempurnaan oleh mahasiswa yang bersangkutan sesuai dengan saran-saran yang diberikan oleh para penguji pada saat berlangsungnya ujian.
Dalam lembar pengesahan kelulusan dicantumkan tanggal-bulan-tahun dilaksanakannya ujian, tanda tangan, nama lengkap dan NIP dari masing-masing dewan penguji, dan ketua/sekretaris sidang munaqosyah. Contoh lembar pengesahan kelulusan yang dimaksud dapat dilihat pada Lampiran 5.
e. Pernyataan Keaslian Tulisan
Pernyataan keaslian tulisan ini berisi pernyataan mahasiswa penulis skripsi bahwa skripsinya adalah asli karyanya sendiri dan sesuai dengan kode etik penulisan karya ilmiah. Contoh pernyataan keaslian tulisan yang dimaksud dapat dilihat pada Lampiran 6.
f. Motto dan Persembahan
Contoh motto dan persembahan dapat dilihat pada Lampiran 7.
g. Abstrak
Kata ABSTRAK ditulis di tengah halaman dengan huruf kapital, simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. Nama penulis diketik dengan jarak 2 spasi dari kata (abstrak), di tepi kiri dengan urutan: nama akhir diikuti koma, nama awal, nama tengah (jika ada) diakhiri titik. Tahun lulus ditulis setelah nama, diakhiri dengan titik. Judul dicetak miring dan diketik dengan huruf kecil (kecuali huruf-huruf pertama dari setiap kata) dan diakhiri dengan titik. Kata skripsi ditulis setelah judul dan diakhiri dengan koma, diikuti dengan nama program studi (tidak boleh disingkat), dan jurusan nama sekolah tinggi dan diakhiri dengan titik. Kemudian dicantumkan nama dosen pembimbing I dan II lengkap dengan gelar akademiknya.
Dalam abstrak dicantumkan kata kunci yang ditempatkan di bawah nama dosen pembimbing. Jumlah kata kunci berkisar antara tiga sampai lima buah. Kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. Dengan kata kunci dapat ditemukan judul-judul skripsi beserta abstraknya dengan mudah.
Dalam teks abstrak disajikan secara padat inti sari skripsi yang mencakup latar belakang, masalah yang diteliti, metode yang digunakan, hasil-hasil yang diperoleh, kesimpulan yang dapat ditarik, dan (kalau ada) saran yang diajukan. Teks di dalam abstrak diketik dengan spasi tunggal (satu spasi) dan panjangnya tidak lebih dari dua halaman kertas ukuran kuarto. Contoh format abstrak dapat dilihat pada Lampiran 8.
h. Kata Pengantar
Dalam kata pengantar dicantumkan ucapan terima kasih penulis yang ditujukan kepada orang-orang, lembaga, organisasi, dan atau pihak-pihak lain yang telah membantu dalam mempersiapkan, melaksanakan, dan menyelesaikan penulisan skripsi, tesis, atau disertasi. Tulisan KATA PENGANTAR diketik dengan huruf kapital, simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. Teks kata pengantar diketik dengan spasi ganda (dua spasi). Panjang teks tidak lebih dari dua halaman kertas ukuran kuarto. Pada bagian akhir teks (di pojok kanan-bawah) dicantumkan kata Penulis tanpa menyebut nama terang.
i. Daftar Isi
Di dalam halaman daftar isi dimuat judul bab, judul subbab, dan judul anak subbab yang disertai dengan nomor halaman tempat pemuatannya di dalam teks. Semua judul bab diketik, dengan huruf kapital, sedangkan judul subbab dan anak subbab hanya huruf awalnya saja yang diketik dengan huruf kapital. Daftar isi hendaknya menggambarkan garis besar organisasi keseluruhan isi. Contoh halaman daftar isi dapat dilihat pada Lampiran 9.
j. Daftar Tabel
Halaman daftar tabel memuat nomor tabel, judul tabel, serta nomor halaman untuk setiap tabel. Judul tabel harus sama dengan judul tabel yang terdapat di dalam teks. Judul tabel yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal. Antara judul tabel yang satu dengan yang lainnya diberi jarak dua spasi. Contoh daftar tabel dapat dilihat pada Lampiran 10
k. Daftar Gambar
Pada halaman daftar gambar dicantumkan nomor gambar, judul gambar, dan nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks. Judul gambar yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal. Antara judul gambar yang satu dengan yang lainnya diberi jarak dua spasi. Contoh daftar gambar dapat dilihat pada Lampiran 11.
j. Daftar Lampiran
Daftar lampiran memuat nomor lampiran, judul lampiran, serta halaman tempat lampiran itu berada. Judul lampiran yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal. Antara judul lampiran yang satu dengan yang lainnya diberi jarak dua spasi. Contoh daftar lampiran dapat dilihat pada Lampiran 12
k. Pedoman Transliterasi
Pedoman transliterasi memuat model pengalihan penulisan huruf dari Arab ke Indonesia beserta tanda bacanya. Hal ini dimasudkan untuk memudahkan pembaca dalam menemukan atau menuliskan kembali huruf atau pun teks dalam bahasa Arabnya. Contoh pedoman transliterasi dapat dilihat pada Lampiran 13.
l. Daftar Lainnya
Jika dalam sebuah skripsi banyak digunakan tanda-tanda lain yang mempunyai makna esensial (misalnya singkatan atau lambang-lambang yang digunakan dalam matematika, ilmu eksakta, teknik, bahasa, dan sebagainya), maka perlu ada daftar khusus mengenai lambang-lambang atau tanda-tanda tersebut.
2. Bagian Inti
Bagian inti dari skripsi terdiri dari lima bab, yaitu Pendahuluan, Kajian Pustaka, Hasil Penelitian, Analisis dan Pembahasan, dan Penutup. Rincian isi dari masing-masing bab diuraikan pada bahasan berikut.
a. Bab I Pendahuluan
Pendahuluan adalah bab pertama dari skripsi yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti, untuk apa dan mengapa penelitian itu dilakukan. Oleh karena itu, bab pendahuluan ini pada dasarnya memuat (1) latar belakang masalah, (2) rumusan masalah, (3) tujuan penelitian, (4) hipotesis penelitian, (5) kegunaan penelitian, (6) definisi istilah/operasional, dan (7) metode penelitian
b. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah memuat adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.
b. Rumusan Masalah
Perumusan masalah berisi penegasan mengenai pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya melalui penelitian. Di dalamnya tercakup keseluruhan ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan mencerminkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut dan subjek penelitian. Selain itu, rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Contoh: Apakah terdapat hubungan antara tingkat pemahaman keagamaan siswa Madrasah Tsanawiyah dengan kedisiplinan mereka dalam beribadah?
c. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan pernyataan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah. Perbedaannya terletak pada bentuk kalimatnya. Jika dalam rumusan masalah, kalimatnya berbentuk pertanyaan, maka dalam tujuan penelitian berbentuk kalimat pernyataan. Contoh: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya hubungan antara pengetahuan keagamaan siswa Madrasah Tsanawiyah dengan kedisiplinan mereka dalam melaksanakan ibadah.
d. Hipotesis Penelitian
Penelitian kuantitatif biasanya mengajukan hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian yang akan dibuktikan secara empirik. Meski demikian, tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian, yaitu dalam penelitian yang bersifat eksploratoris dan deskriptif. Oleh karena itu, subbab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi hasil penelitian kuantitatif.
Walaupun hipotesis dimuat pada bab pendahuluan, namun untuk dapat merumuskannnya peneliti terlebih dahulu harus melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. Penempatan hipotesis dicantumkan dalam Bab I (Pendahuluan) dimaksudkan agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinan jawabannya menjadi terlihat jelas. Oleh karena itu, maka dalam latar belakang masalah sudah harus ada paparan secara ringkas tentang kajian pustaka yang relevan.
Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antarvariabel, melainkan telah ditunjukkan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. Suatu hipotesis dianggap baik apabila: (a) menyatakan keterkaitan antara dua variabel atau lebih, (b) dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan, (c) dirumuskan secara singkat, padat dan jelas, serta (d) dapat diuji secara empiris.
Contoh hipotesis: Terdapat hubungan yang positif antara tingkat pemahaman keagamaan siswa Madrasah Tsanawiyah dengan kedisiplinan mereka dalam beribadah. Jika dirumuskan dalam kalimat yang menunjukkan perbedaan menjadi: Siswa MTs. yang tingkat pemahaman keagamaannya tinggi memiliki kedisiplinan yang lebih tinggi dalam melaksanakan ibadah dibandingkan dengan yang tingkat pemahamannya sedang.
e. Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini dikemukakan kegunaan atau pentingnya penelitian dilakukan terutama bagi pengembangan ilmu atau pembangunan dalam arti luas. Di sini diuraikan alasan-alasan yang menjadi dasar bahwa penelitian tersebut layak dan perlu dilaksanakan. Dapat disebutkan pula pihak-pihak yang diaharapkan dapat memanfatkan hasil penelitian tersebut untuk kepentingan pengembangan profesi atau kinerja mereka.
f. Definisi Operasional
Definisi operasional dimaksudkan untuk menghindari kukurang-jelasan atau pemahaman yang berbeda antara pembaca dengan peneliti mengenai istilah-istilah yang terdapat dalam judul penelitian. Istilah yang perlu diberi penegasan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam skripsi. Kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok adalah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian.
Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk pada alat pengambil data yang cocok diguna-kan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatu variabel. Contoh definisi operasional dari variabel "pengalaman keagamaan" adalah ”perasaan-perasaan dan sensasi-sensasi, yang dialami seseorang atau sekelompok orang ketika berhubungan dengan Zat Supernatural” (Imam Suprayoga dan Tobroni, 2001: 22). Dengan definisi tersebut maka dalam menyusun instrumen penelitian tentang pengalaman keagamaan fokus pertanyaannya akan tertuju pada pengalaman dan sensasi pelaku ritual, bukan pada ritualnya itu sendiri.
Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan karena teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki akan memudahkan pengukurannya. Di samping itu, penyusunan definisi operasional memungkinkan orang lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain.
g. Metode Penelitian
Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metode penelitian paling tidak mencakup (1) pendekatan dan rancangan penelitian, (2) lokasi dan waktu penelitian, (3) populasi dan sampel, (4) instrumen penelitian, (5) pengumpulan data, dan (6) analisis data.
1) Pendekatan dan Rancangan Penelitian
Pendekatan penelitian adalah cara pandang dan pilihan peneliti dalam memahami subyek dan substansi/obyek penelitian. Dalam penelitian kuanti-tatif pilihan pendekatan dapat berupa penelitian survey, expost-facto, eksperimen dan sebagainya. Rancangan penelitian berisi penjelasan menge-nai rancangan atau desain penelitian yang digunakan. Hal ini perlu diberikan untuk setiap jenis penelitian, terutama penelitian eksperimental. Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji.
Pada penelitian noneksperimental, bahasan dalam subbab rancangan penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya; apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survai, atau penelitian historis, korelasional, dan komparasi kausal. Di samping itu, dalam bagian ini dijelaskan pula variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut.
2) Lokasi dan Waktu Penelitian
Menjelaskan tentang area di mana penelitian dilaksanakan, serta waktu pelaksanaannya.
3) Populasi dan Sampel
Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek penelitian. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian ekperimental. Dalam survai, sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan atau subjek tergantung pada cara pengambilan datanya.
Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar besarnya sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representatif, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. Kerepresentatifan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemi-lihan sampel dalam kaitannya dengan maksud menggeneralisasikan hasil-hasil penelitian sampel terhadap populasinya. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan karakteristik populasinya, maka semakin besar kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Jadi, hal-hal yang dibahas dalam bagian populasi dan sampel adalah (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian, (b) prosedur den teknik pengambilan sampel, serta (c) besarnya sampel.
4) Pengumpulan Data
Bagian ini menguraikan langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pelaksana pengumpulan data, perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Proses mendapatkan ijin penelitian, menemui pejabat yang berwenang, dan hal lain yang sejenis tidak perlu dilaporkan, walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian.
5) Instrumen Penelitian
Pada bagian ini dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Sesudah itu barulah dipaparkan prosedur pengembangan instrumen pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrumen yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur, paling tidak ditinjau dari segi isinya. Sebuah instrumen yang baik juga harus memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas.
Apabila instrumen yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti, tetap ada kewajiban untuk melaporkan tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan. Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/pernyataan. Untuk alat dan bahan, harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai. Dalam ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, subbab instrumen penelitian dapat diganti dengan Alat dan Bahan.
6) Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan jenis analisis statistik yang digunakan. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrik dan statistik nonparametrik. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Dalam hal ini yang penting untuk diperhatikan adalah ketepatan teknik analisisnya. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal, maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. Sebaliknya, jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang populer), maka uraian tentang analisis ini perlu diberikan secara lebih rinci. Apabila dalam analisis ini digunakan komputer perlu disebutkan programnya, misalnya SPSS for Windows.
h. Sistematika Penulisan Skripsi
Sistematika penulisan skripsi memuat paparan secara ringkas menge-nai isi dari masing-masing bab dalam skripsi tersebut. Perlu digarisbawahi bahwa paparan ini berbeda dengan daftar isi. Bagian ini terdiri atas paragraf-paragraf yang masing-masing memuat isi dari bab-bab dalam skripsi.
i. Bab II Kajian Pustaka
Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang bertujuan mencari dan menemukan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Untuk memandu pengumpulan dan analisis data guna menjawab pertanyaan tersebut, diajukan jawaban sementara atau dugaan. Meskipun bersifat dugaan, jawaban sementara ini harus didasarkan pada argumentasi yang kuat. Oleh karena itu peneliti wajib mengkaji teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti.
Kajian pustaka memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoretis tentang objek (variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang telah diajukan dalam Bab I. Untuk dapat memberikan deskripsi teoretis terhadap variabel yang diteliti, maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. Selanjutnya, argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. Pembahasan terhadap hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam satu subbab tersendiri.
Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerin-tah dan lembaga-lembaga lain. Akan lebih baik jika kajian teoretis dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian. Sumber kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang.
Terdapat dua prinsip yang menjadi kriteria pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji, yaitu (1) kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis) dan (2) relevansi. Prinsip kemutakhiran penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya. Dengan prinsip kemutakhiran, peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang. pada waktu itu dipandang paling representatif. Hal serupa berlaku juga terhadap telaah laporan-laporan penelitian. Prinsip relevansi diperlukan untuk menghasilkan kajian pustaka yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti.
j. Bab III Hasil Penelitian
Dalam penelitian lapangan, laporan mengenai hasil-hasil yang diperoleh dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berisi uraian tentang gambaran umum lokasi, subyek/obyek penelitian. Apabila diperlukan, dapat diuraikan secara lebih detail keseluruhan karakteristik lokasi, lembaga, komunitas atau subyek/obyek penelitian. Bagian kedua berisi uraian tentang karakteristik masing-masing variabel, berupa skor atau nilai yang diperoleh melalui instrumen penelitian.
k. Bab IV Analisis dan Pembahasan
Bab analisis dan pembahasan memuat tiga bagian, yaitu (1) analisis terhadap tiap-tiap variabel, (2) pengujian hipotesis, dan (3) pembahasan hasil uji hipotesis. Analisis tiap-tiap variabel dapat dilakukan dengan teknik statistik deskriptif, seperti distribusi frekuensi yang disertai dengan grafik berupa histogram, nilai rerata, simpangan baku, atau yang lain. Setiap variabel dilaporkan dalam subbab tersendiri dengan merujuk pada rumusan masalah atau tujuan penelitian. Penyajian ini dalam bentuk tabel, grafik atau angka-angka statistik hendaknya komunikatif sehingga dipahami oleh pembaca.
Analisis uji hipotesis dilakukan dengan rumus-rumus penghitungan yang telah ditentukan sesuai dengan jenis dan skala variabel. Terlebih dahulu dapat dikemukakan rumusan hipotesis sebagaimana pada Bab I, dan diikuti dengan hipotesis nolnya. Masing-masing hipotesis (bila lebih dari satu) dipaparkan langkah-langkah analisisnya, sesuai dengan rumus. Hasil pengujian hipotesis hendaknya tidak hanya berupa angka, namun juga disertai dengan penjelasan dan makna dari angka-angka statistik yang diperoleh tersebut.
Temuan yang dihasilkan melalui statistik deskriptif maupun pengujian hipotesis perlu dilakukan pembahasan. Tujuannya adalah: (1) menjawab masalah penelitian, atau menunjukkan bagaimana tujuan pene-litian dicapai, (2) menafsirkan temuan-temuan penelitian, (3) menginte-grasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan, (4) memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru, dan (5) menjelaskan implikasi-implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk keterba-tasan temuan-temuan penelitian.
Dalam upaya menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian, harus disimpulkan secara eksplisit hasil-hasil yang diperoleh. Sementara itu, penafsiran terhadap temuan penelitian dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada. Pengintegrasian temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dilakukan dengan jalan menjelaskan temuan-temuan penelitian dalam konteks khasanah ilmu yang lebih luas. Hal ini dilakukan dengan membandingkan temuan-temuan penelitian yang diperoleh dengan teori dan temuan empiris lain yang relevan.
Pembahasan hasil penelitian menjadi lebih penting manakala hipotesis penelitian yang diajukan ditolak. Banyak faktor yang menyebabkan sebuah hipotesis ditolak. Pertama, faktor nonmetodologis, seperti adanya intervensi variabel lain sehingga menghasilkan kesimpulan yang berbeda dengan hipotesis yang diajukan. Kedua, karena kesalahan metodologis, misalnya instrumen yang digunakan tidak sahih atau kurang reliabel. Dalam pembahasan, perlu diuraikan lebih lanjut letak ketidaksempurnaan instrumen yang digunakan. Penjelasan tentang kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang ada akan menjadi salah satu pijakan untuk menyarankan perbaikan bagi penelitian sejenis di masa yang akan datang. Pembahasan hasil penelitian juga bertujuan untuk menjelaskan perihal modifikasi teori atau menyusun teori baru. Hal ini penting jika penelitian yang dilakukan bermaksud menelaah teori. Jika teori yang dikaji ditolak sebagian hendaknya dijelaskan bagaimana modifikasinya, dan penolakan terhadap seluruh teori harus disertai dengan rumusan teori baru.
l. Bab V Penutup
Pada Bab V atau bab terakhir dari skripsi memuat dua hal pokok, yaitu kesimpulan dan saran.
1) Kesimpulan
Isi kesimpulan penelitian lebih bersifat konseptual dan harus terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Kesimpulan bukan merupakan pengulangan angka-angka statistik hasil pengujian hipotesis, namun sudah melibatkan hasil pembahasan, sehingga merupakan teori substantif yang dihasilkan oleh peneliti. Urutan kesimpulan disusun sesuai dengan rumusan masalah, serta sistematika pada Bab IV.
2) Saran
Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan pene-litian, pembahasan, dan kesimpulan hasil penelitian. Saran hendaknya tidak keluar dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian. Saran yang baik dirumuskan secara rinci dan operasional. Artinya, jika orang lain hendak melaksanakan saran itu, ia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau melaksanakannya. Di samping itu, saran yang diajukan hendaknya telah spesifik. Saran dapat ditujukan kepada perguruan tinggi, lembaga pemerintah ataupun swasta, atau pihak lain yang dianggap layak.
3. Bagian Akhir
Bagian akhir sebuah skripsi merupakan pendukung serta bukti-bukti terkait dengan aktivitas penulisan karya ilmiah ini. Paling tidak ada tiga hal yang harus dimasukkan, yaitu daftar rujukan, lampiran-lampiran, dan riwayat hidup penulis.
a. Daftar Pustaka
Istilah daftar pustaka digunakan untuk menyebut daftar yang berisi bahan-bahan pustaka yang digunakan oleh penulis.
Bahan pustaka yang dimasukkan ke dalam daftar pustaka harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan ke dalam daftar pustaka. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam teks skripsi harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Tatacara penulisan daftar pustaka dibahas pada bab tentang Teknik Penulisan.
b. Lampiran-Lampiran
Lampiran-lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang penting misalnya instrumen penelitian, data mentah hasil penelitian, rumus-rumus statistik yang digunakan (bila perlu), hasil perhitungan statistik, surat ijin dan tanda bukti telah melaksanakan pengumpulan data penelitian, dan lampiran lain yang dianggap perlu. Untuk mempermudah pemanfaatannya, setiap lampiran harus diberi nomor urut lampiran dengan menggunakan angka Arab.
c. Riwayat Hidup
Riwayat hidup penulis skripsi hendaknya disajikan secara naratif dan menggunakan sudut pandang orang ketiga (bukan menggunakan kata saya atau kami). Hal-hal yang perlu dimuat dalam riwayat hidup adalah nama lengkap penulis, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan, pengalaman berorganisasi yang relevan, dan informasi tentang prestasi yang pernah diraih selama belajar di perguruan tinggi ataupun pada waktu duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah. Yang sudah berkeluarga dapat mencantumkan nama suami/istri dan putra-putrinya. Riwayat hidup diketik dengan spasi tunggal (satu spasi). Contoh riwayat hidup dapat dilihat pada Lampiran 15.
BAB III
SKRIPSI HASIL PENELITIAN KUALITATIF
Penelitian kualitatif berusaha mengungkapkan gejala secara menye-luruh dan sesuai dengan konteks (holistik-kontekstual) melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian semacam ini bersifat deskriptif dan cenderung menggu-nakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna dari sudut pandang subjek lebih ditonjolkan dalam penelitian ini. Ciri-ciri penelitian kualitatif tersebut mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, la-poran penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri alamiahnya.
Laporan penelitian kualitatif harus memiliki fokus yang jelas. Fokus dapat berupa masalah, objek evaluasi, atau pilihan kebijakan. Laporan penelitian kualitatif harus memiliki struktur dan bentuk yang koheren yang dapat memenuhi maksud yang tercermin dalam fokus penelitian.
A. ISI DAN SISTEMATIKA
Sistematika skripsi hasil penelitian kualitatif pada dasarnya terdiri dari tiga bagian utama: bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir.
1. Bagian Awal
Cakupan bagian awal, meliputi:
a. Sampul
b. Lembar Berlogo
c. Judul (sama dengan sampul)
d. Persetujuan Pembimbing
e. Pengesahan Kelulusan
f. Pernyataan Keaslian Tulisan
g. Moto dan Persembahan
h. Kata Pengantar
i. Abstrak
j. Daftar Isi
k. Daftar Tabel
l. Daftar Gambar
m. Daftar Lampiran
2. Bagian Inti
Bagian inti dalam skripsi hasil penelitian kualitatif, memuat:
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Fokus Penelitian
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
E. Penegasan Istilah
F. Metode Penelitian
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
2. Kehadiran Peneliti
3. Lokasi Penelitian
4. Sumber Data
5. Prosedur Pengumpulan Data
6. Analisis Data
7. Pengecekan Keabsahan Data
8. Tahap-tahap Penelitian
H. Sistematika Penulisan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. ...
B. ...
C. ...
BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A. ...
B. ...
C. ... (dan seterusnya sesuai dengan keperluan)
BAB IV PEMBAHASAN
A. ...
B. ...
C. ... (dan seterusnya sesuai dengan rincian fokus dan temuan penelitian)
Bab V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
3. Bagian Akhir
Pada bagian akhir ini termuat:
Daftar Rujukan
Lampiran-Lampiran
Riwayat Hidup Penulis
B. DESKRIPSI SISTEMATIKA
1. Isi Bagian Awal
Unsur-unsur yang harus ada pada bagian awal skripsi hasil penelitian kualitatif sarna dengan isi bagian awal skripsi hasil penelitian kuantitatif. Susunan unsur-unsur tersebut dan isi uraiannya juga sama.
2. Isi Bagian Inti
a. Bab I Pendahuluan
Bab pendahuluan menjelaskan secara umum tentang arah penelitian yang dilakukan. Dengan pendahuluan ini pembaca dapat mengetahui konteks atau latar belakang penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, landasan teori, dan kegunaan penelitian.
b. Latar Belakang Masalah
Bagian ini memuat uraian tentang latar belakang penelitian, untuk maksud apa penelitian ini dilakukan, dan apa/siapa yang mengarahkan penelitian
c. Fokus Penelitian
Fokus penelitian memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau topik-topik pokok yang akan diungkap/digali dalam penelitian ini. Fokus penelitian dapat pula dirumuskan dalam pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitlan dan alasan diajukannya pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan diungkapkan di lapangan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan. Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas, sesuai dengan sifat penelitian kualitatif yang holistik, induktif, dan naturalistik yang berarti dekat sekali dengan gejala yang diteliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan.
d. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini, sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan.
e. Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.
f. Penegasan Istilah
Penagasan dimaksudkan untuk menghindari kukurangjelasan atau pemahaman yang berbeda antara pembaca dengan peneliti mengenai istilah-istilah yang terdapat dalam judul penelitian. Istilah yang perlu diberi penegasan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam skripsi. Kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok adalah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian. Definisi istilah disampaikan secara langsung, dalam arti tidak diuraikan asal-usulnya.
Penegasan istilah dianjurkan untuk merujuk pada buku-buku atau literatur yang relevan dengan disiplin ilmu di mana penelitian hendak dilakukan. Namun demikian, penegasan istilah lebih dititikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti.
g. Metode Penelitian
Bagian ini memuat uraian tentang metode dan langkah-langkah penelitian secara opera sional yang menyangkut pendekatan penelitian, keha-diran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.
1) Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pada bagian ini peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain itu juga dikemukakan orientasi teoretik, yaitu landasan berpikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan, etnometo-dologis, atau kritik seni (hermeneutik). Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, atau penelitian tindakan.
2) Kehadiran Peneliti
Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit dalam laporan penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan.
3) Lokasi Penelitian
Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas, misalnya letak geografis, bangunan fisik, (jika perlu disertakan peta lokasi), struktur organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertim bangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topik yang dipilih.Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika mengutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah bekerja di situ, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci.
4) Sumber Data
Pada bagian ini dilaporkan jenis data, sumber data, dan teknik penjaringan data dengan keterangan yang memadai. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subjek dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya dapat dijamin. Misalnya data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju (snowball sampling). Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam penelitian kualitatif tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan generalisasi. Pengambilan sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan, dan waktu.
5) Prosedur Pengumpulan Data
Dalam bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data: fidelitas dan struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catalan lapangan memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu dikemukakan cara-cara untuk memastikan keabsahan data dengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data.
6) Analisis Data
Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catalan lapangan dan bahan~bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis domain, analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, atau estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini supaya diberikan contoh yang operasional, misalnya matriks dan logika.
7) Pengecekan Keabsahan Temuan
Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan menggunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang diperdalam, triangulasi (menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan dapat-tidaknya ditransfer ke latar lain (transferability), ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapat-tidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya (confirmability).
8) Tahap-tahap Penelitian
Bagian ini menguraikan proses pelaksanaan penelitian, mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan laporan.
h. Bab II Kajian Pustaka
Kajian Pustaka dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan kenyataan di lapangan. Selain itu kajian pustaka juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran kajian pustaka dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan. Sebaliknya dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu "teori".
i. Bab III Paparan Data dan Temuan Penelitian
Bab III memuat uraian tentang data dan temuan yang diperoleh dengan menggunakan metode dan prosedur yang diuraikan dalam Bab I. Uraian ini terdiri atas paparan data yang disajikan dengan topik sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian dan hasil analisis data. Paparan data tersebut diperoleh dari pengamatan (apa yang terjadi) dan/atau hasil wawancara (apa yang dikatakan) serta deskripsi informasi lainnya (misalnya yang berasal dari dokumen, foto, rekaman video, dan hasil pengukuran). Hasil analisis data yang merupakan temuan penelitian disajikan dalam bentuk pola, tema, kecenderungan, dan motif yang muncul dari data. Di samping itu, temuan dapat berupa penyajian kategori, sistem klasifikasi, dan tipologi. Paparan data yang memuat informasi yang berasal dari pengamatan dan wawancara yang dianggap menonjol dapat dilihat pada Contoh 1 dan Contoh 2.
Contoh 1
Paparan Informasi dari Wawancara
Para guru di sekolah swasta umumnya tidak membuat sendiri rencana pembelajaran sebagaimana dikehendaki dalam KBK/KTSP. Ada dua faktor yang menyebabkan perilaku tersebut, yaitu "kurangnya pemahaman" dan "tidak adanya tuntutan dari atasan".
”Selama ini dalam membuat perencanaan sesuai dengan KBK belum pernah membuat sendiri, karena belum paham. Saya seluruhnya mengkopi dari MGMP atau meminjam dari sekolah lain, diganti nama sekolah dan lainnya, sudah beres, selesai. Sebab selama ini kepala sekolah dan pengawas kalau ada supervisi tidak pernah mempersoalkan”.
Dari keterangan Pak Witono (bukan nama sebenarnya) ini dapat disimpulkan bahwa para guru tidak membuat rencana pembelajaran sesuai KBK/KTSP karena selain mereka belum paham, juga tidak ada tuntutan dari atasan.
Contoh 2
Paparan Informasi dari Pengamatan
Pembelajaran Al-Qur'an di SMP Islam Terpadu "Nur Hidayah" Surakarta dilaksanakan dengan metode sorogan dan setoran. Gambaran pelaksanaan sistem sorogan dapat disimpulkan dari petikan catatan lapangan berikut ini.
Di berbagai sudut ruang aula yang sekaligus dijadikan tempat sholat berjamaah itu, serta gang-gang di depan kelas, terdapat kelompok-kelompok siswa yang masing-masing berjumlah kurang lebih 10 anak, duduk bersila mengerumuni seorang guru. Siswa perempuan berkelompok dengan perempuan, dan laki-laki dengan laki-laki. Masing-masing mereka memegang Al-Quran yang dibacanya secara perlahan, kecuali seorang siswa yang sedang membaca di hadapan guru membacanya lebih keras. Secara bergantian tiap-tiap siswa membaca Al-Qur'an di hadapan guru. Ada yang membaca tulisan dalam Al-Qur'an, ada pula yang menghafalnya. Apa yang dibaca atau dihafalkan siswa itu berbeda-beda antara satu siswa dengan yang lain. Setelah selesai membaca atau menghafal Al-Qur'an di hadapan guru, tiap siswa menyodorkan buku kecil untuk ditandatangani oleh guru.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode sorogan dan setoran, adalah metode pembelajaran individual, di mana guru menyimak dan membenarkan satu persatu bacaan atau hafalan al-Quran siswa sesuai dengan dengan pencapaian masing-masing.
h. Bab IV Pembahasan
Bab ini memuat gagasan peneliti, keterkaitan antara pola-pola, kategori-kategori dan dimensi-dimensi, posisi temuan/teori terhadap teori-teori dan temuan-temuan sebelumnya, serta penafsiran dan penjelasan dari temuan/teori yang diungkap dari lapangan (grounded theory).
i. Bab V Penutup
Penutup memuat temuan pokok atau kesimpulan, implikasi dan tindak lanjut penelitian, serta saran-saran atau rekomendasi yang diajukan. Dalam penelitian kualitatif, temuan pokok atau kesimpulan harus menunjukkan "makna" temuan-temuan tersebut.
3. Isi Bagian Akhir
Bagian akhir dari skripsi hasil kualitatif pada dasarnya tidak berbeda dengan dengan skripsi hasil penelitian kuantitatif, yaitu memuat: (a) daftar pustaka, (b) lampiran-lampiran, dan (c) riwayat hidup penulis. Uraian menge-nai ketiga hal tersebut dapat dilihat pada bab sebelumnya. Sedikit perbedaan terletak pada jenis lampiran. Dalam penelitian kualitatif data yang dilampirkan berupa ringkasan rekaman pengumpulan data (catatan observasi, transkrip wawancara, dan rekaman dokumentasi), foto-foto lapangan, dan dokumen-dokumen lain yang relevan.
BAB IV
SKRIPSI HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Skripsi hasil penelitian tindakan kelas (PTK) pada prinsipnya tidak berbeda dengan skripsi hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif. Semua aspek penelitian, mulai kajian pustaka terhadap berbagai teori maupun langkah-langkah teknis operasional dalam pelaksanaan penelitian disajikan dalam laporan. Perbedaan yang menonjol terletak pada penyajian hasil penelitian. Bila pada penelitian kuantitatif peneliti "terpisah" dari subyek atau obyek yang diteliti, maka dalam penelitian tindakan kelas peneliti terlibat dalam kegiatan penelitian melalui serangkaian tindakan yang dilakukannya. Dalam hal ini peneliti sekaligus adalah bagian dari subyek penelitian.
PTK dapat dilakukan pada semua mata pelajaran yang ada di lembaga pendidikan formal terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Bidang kajiannya antara lain meliputi :
a. Masalah belajar siswa di sekolah (termasuk di dalam tema ini antara lain: masalah belajar di kelas, kesalahan-kesalahan pembelajaran, miskonsepsi, dan peningkatan hasil belajar siswa).
b. Desain dan strategi pembelajaran di kelas (termasuk dalam tema ini antara lain: masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran, implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran, interaksi di dalam kelas, dan partisipasi orangtua dalam proses belajar siswa).
c. Alat bantu, media dan sumber belajar (termasuk dalam tema ini antara lain: masalah penggunaan media, perpustakaan, dan sumber belajar di da-lam/luar kelas, peningkatan hubungan antara sekolah dan masyarakat).
d. Sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran (termasuk da-lam tema ini antara lain: masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran, serta pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi).
e. Pengembangan pribadi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya (termasuk dalam tema ini antara lain: peningkatan kemandirian dan tanggungjawab peserta didik, peningkatan keefektifan hubungan antara pendidik-peserta didik dan orangtua dalam PBM, dan peningkatan konsep diri peserta didik).
f. Masalah kurikulum (termasuk dalam tema ini antara lain: implementasi kurikulum, urutan penyajian materi pokok, interaksi guru-siswa, interaksi siswa dengan materi ajar, dan siswa dengan lingkungan belajar).
A. ISI DAN SISTEMATIKA
Isi dan sistematika skripsi hasil penelitian tindakan kelas juga dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Masing-masing bagian dapat dirinci sebagai berikut.
1. Bagian Awal
Cakupan bagian awal, meliputi:
a. Sampul
b. Lembar Berlogo
c. Judul (sama dengan sampul)
d. Persetujuan Pembimbing
e. Pengesahan Kelulusan
f. Pernyataan Keaslian Tulisan
g. Moto dan Persembahan
h. Kata Pengantar
i. Abstrak
j. Daftar Isi
k. Daftar Tabel
l. Daftar Gambar
m. Daftar Lampiran
2. Bagian Inti
Bagian inti skripsi mencakup:
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan
E. Kegunaan Penelitian
F. Definisi Operasional
G. Metode Penelitian
1. Rancangan Penelitian
2. Subyek Penelitian
3. Langkah-langkah
4. Instrumen Penelitian
5. Pengumpulan Data
6. Analisis Data
H. Sistematika Penulisan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. ...
B. ...
C. ...
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I (rencana, pelaksanaan, pengamatan/ pengumpulan data, dan refleksi)
B. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II
C. Deskripsi Pelaksanaan Siklus III dan seterusnya.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi per siklus (data hasil pengamatan/wawancara, refleksi keberhasilan dan kekagagalan).
B. Pembahasan
BAB V PENUTUP .
A. Kesimpulan
B. Saran
3. Bagian Akhir
Pada bagian akhir termuat:
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran
Riwayat Hidup Penulis
B. DESKRIPSI BAGIAN-BAGIAN SISTEMATIKA
1. Bagian Awal
Secara umum bagian awal skripsi hasil penelitian tindakan kelas, unsur-unsur dan uraiannya sama dengan skripsi hasil penelitian lainnya. Perbedaan terutama pada rumusan judul. Judul PTK hendaknya dirumuskan dengan memperhatikan rambu-rambu, antara lain: (1) singkat dan padat (maksimal 15 kata), (2) menggambarkan masalah yang akan diteliti, (3) menunjukkan tindakan/upaya untuk perbaikan pembelajaran, dan (3) menunjukkan tempat penelitian. Berikut ini disajikan beberapa contoh judul skripsi hasil PTK.
- Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas 2 Madrasah Aliyah dalam Pelajaran IPS melalui "Problem Based Learning".
- Penerapan Pembelajaran Bermakna untuk Meningkatkan Kemampuan Aplikasi Siswa dalam Pembelajaran Aqidah-Ahlak di Kelas V MI.
- Penggunaan Metode Nadhoman dengan Kitab Syifa'ul-Jinan untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas IV MI dalam Pembelajaran Tajwid.
- Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Aqidah Melalui Pendekatan Rasional dan Emosional pada Siswa Kelas 2 Madrasah Tsanawiyah.
2. Bagian Inti
Secara umum tidak banyak perbedaan antara skripsi hasil penelitian tindakan kelas dengan skripsi hasil penelitian kuantitatif. Perbedaan hanya terlihat pada aspek motode penelitian.
a. Bab I: Pendahuluan
Bab Pendahuluan memuat (1) latar belakang masalah, (2) rumusan masalah, (3) tujuan penelitian, (4) hipotesis tindakan, (5) manfaat/kegunaan penelitian, (6) definisi operasional, dan (7) metode penelitian. Bab ini bertujuan mengantarkan pembaca untuk mengetahui tentang apa, mengapa, dan bagaimana penelitian dilakukan.
1) Latar belakang masalah
Penelitian ini dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran. Masalah PTK bukan dihasilkan dari kajian teoretik. Masalah dapat terinspirasi dari hasil penelitian terdahulu, tetapi harus tetap digali dari permasalahan pembelajaran yang aktual. Masalah yang diteliti digali atau didiagnosis secara sistematis oleh guru dari masalah yang nyata dihadapi guru dan/atau siswa di sekolah/madrasah.
Masalah yang diteliti harus bersifat penting dan mendesak untuk dipecahkan, serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu, biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Identifikasi masalah penelitian disertai dengan data pendukung, selanjutnya masalah dianalisis untuk menentukan akar penyebab masalah.
2) Rumusan Masalah dan Pemecahannya
Rumusan masalah penelitian dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Masalah perlu dijelaskan secara operasional dan ditetapkan lingkup peneliti-annya.
Berdasarkan rumusan masalah dikemukakan alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah perlu diidentifikasi. Argumen-tasi logis terhadap pilihan tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah (misalnya: karena kesesuaiannya dengan masalah, kemutakhirannya, keberhasilannya dalam penelitian sejenis, dll.) perlu disajikan. Cara peme-cahan masalah ditentukan berdasarkan ketepatannya dalam mengatasi akar penyebab permasalahan dan dirumuskan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah.
3) Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan
Hipotesis tindakan dikemukakan bila diperlukan. Hipotesis tindakan adalah suatu perkiraan tentang tindakan yang diduga dapat mengatasi permasalahan. Hipotesis tindakan tentu saja harus didasarkan pada kajian teoretik yang mendalam. Indikator keberhasilan tindakan harus realistik (mempertimbangkan kondisi sebelum diberikan tindakan) dan dapat diukur (jelas cara asesmennya).
4) Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian dirumuskan secara singkat dan jelas berdasarkan permasalahan dan cara pemecahan masalah yang dikemukakan.
5) Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat hasil penelitian khususnya untuk perbaikan kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran diuraikan secara jelas. Manfaat dapat dirinci bagi pihak-pihak yang terkait, yaitu siswa, guru, komponen pendidikan terkait di sekolah, serta bagi pengembangan konsep/pendekatan pembelajaran. Apabila hasil penelitian akan memberikan sumbangan yang inovatif bagi peningkatan pembelajaran, maka hal tersebut perlu ditegaskan.
6) Definisi Operasional
Definisi operasional dimaksudkan untuk menghindari kekurang-jelasan atau pemahaman yang berbeda antara pembaca dengan peneliti mengenai istilah-istilah yang terdapat dalam judul penelitian. Istilah yang perlu diberi penegasan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam skripsi. Kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok adalah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian.
Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk pada alat pengambil data yang cocok diguna-kan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatu variabel.
7) Metode Penelitian
Dalam bagian ini diuraikan tentang (a) rancangan penelitian, (b) subyek penelitian, (c) langkah-langkah penelitian, (d) instrumen penelitian, (e) pengumpulan data, dan (f) analisis data.
Rancangan penelitian berisi paparan mengenai hakikat PTK dan alasan dipilihnya jenis penelitian ini. Lebih lanjut dapat dijelaskan model yang dipilih dalam penelitian tersebut.
Uraian tentang subyek penelitian sudah barang tentu terkait dengan lokasi penelitian yaitu nama dan alamat sekolah/madrasah serta kelas di mana penelitian dilaksanakan. Di sini peneliti dapat menjelaskan jumlah dan karaketristik siswa, termasuk latar belakang orang tua mereka. Selain itu juga dijelaskan secara rinci waktu dan lamanya penelitian (tindakan) sesuai dengan banyaknya siklus yang dilaksanakan.
Langkah-langkah atau prosedur penelitian yang dilakukan diuraikan secara rinci mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi untuk setiap siklus.
1. Perencanaan tindakan menggambarkan secara rinci hal-hal yang dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan (seperti: penyiapan perangkat pembelajaran berupa skenario pembelajaran, media, bahan dan alat, instrumen observasi, evaluasi, dan refleksi).
2. Pelaksanaan tindakan berisi uraian tahapan-tahapan tindakan yang dilakukan oleh peneliti maupun siswa dalam pembelajaran.
3. Observasi menggambarkan obyek (fokus) yang diamati dan cara pengamatannya.
4. Tahap evaluasi menguraikan cara melakukan asesmen (penilaian) serta hasil yang diperoleh.
5. Terakhir dalam tahap refleksi diuraikan hasil perenungan mengenai keberhasilan dan/atau kegagalan tindakan, baik terkait dengan prosedur, alat, pelaku, sumber informasi, dan cara analisisnya.
Dalam PTK, satu siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Siklus-siklus kegiatan penelitian dirancang berdasarkan tingkat pencapaian indikator keberhasilan dalam setiap siklus. Untuk memantapkan hasil tindakan, tiap-tiap siklus dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan. Observasi terhadap proses dilakukan secara terus-menerus oleh guru/peneliti selama proses penelitian. Guru yang melaksanakan PTK dapat dibantu oleh temannya sehingga dapat berganti peran: pada suatu saat dapat sebagai pengajar dan pada saat yang lain sebagai pengamat. Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peranan peneliti sebagai pengajar sekaligus peneliti. Selain itu, apabila peneliti membutuhkan bantuan pihak lain dalam melakukan pengamatan, perlu pula dijelaskan peranan dan intensitasnya.
Selanjutnya perlu pula dijelaskan bentuk-bentuk instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data serta langkah-langkah pengumpulannya. Selain itu juga dipaparkan analisis yang dilakukan untuk membuktikan hipotesis yang diajukan.
b. Bab II Kajian Pustaka
Tindakan yang akan dilakukan oleh guru (peneliti) dalam memecahkan permasalahan pembelajaran yang dihadapinya, harus mengacu pada teori yang relevan, pengalaman nyata, hasil penelitian, atau pendapat para pakar. Hal-hal inilah yang dideskripsikan dalam kajian pustaka. Dengan demikian hal-hal yang dikaji tentu berkaitan dengan masalah yang menjadi fokus penelitian. Misalnya, jika masalah yang diteliti berkaitan dengan rendahnya hasil belajar siswa dalam pelajaran Bahasa Arab, maka kajian pustaka dapat mencakup: berbagai faktor yang menyebabkan prestasi siswa rendah, teori belajar bahasa asing, serta berbagai pendekatan dan strategi pembelajaran Bahasa Arab.
c. Pelaksanaan Penelitian
Bagian ini diawali dengan subyek penelitian yang mencantumkan tempat: (di mana penelitian diadakan; sekolah, kelas), waktu (cantumkan jadwal perbaikan per siklus), mata pelajaran, dan karakteristik siswa (jumlah, usia, jenis kelamin, kemampuan, latar belakang, dan lain sebagainya.
Setelah subjek penelitian, selanjutnya dicantumkan prosedur tiap-tiap siklus perbaikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, termasuk pengumpulan data, dan refleksi. Uraian sebaiknya dilengkapi dengan bagan alur, sehingga gambaran pelaksanaan penelitian menjadi jelas. Perlu diingang bahwa dalam Bab III ini peneliti menyajikan cerita tentang pelaksanaan penelitian, belum menyangkut hasil. Dengan membaca uraian tersebut, pembaca akan dapat mengetahui apa yang terjadi selama pelaksanaan penelitian, kegiatan apa saja yang dilakukan oleh guru, berapa lama kegiatan itu dilakukan, siapa yang membantu, instrumen apa yang digunakan dan sebagainya.
d. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dalam bagian ini disajikan hasil penelitian sesuai dengan urutan tujuan perbaikan/tujuan penelitian. Misalnya, jika ada tiga tujuan perbaikan (1) mengkatifklan siswa dengan menyebarkan pertanyaan, (2) menggunakan alat peraga untuk meningkatkan pemahaman siswa, dan (3) meningkatkan penguasaan siswa sampai rata-rata 70 dari skala 100; maka hasil penelitian disajikan sesuai urutan tujuan penelitian tersebut. Untuk setiap tujuan penelitian dipaparkan hasil (keberhasilan dan kegagalan/kelemahan) dalam setiap siklus penelitian, disertai dengan sajian data, baik dalam bentuk tabel, grafik, maupun paparan.
Pembahasan dapat dilakukan langsung setiap selesai penyajian hasil penelitian. Pembahasan pada intinya adalah mengaitkan atau mengonfron-tasikan hasil dengan teori, pengalaman praktis, atau hasil penelitian yang telah disajikan dalam kajian pustaka. Pembahasan merupakan hasil refleksi peneliti terhadap data dan pemahaman teoretik yang dimilikinya.
e. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dalam PTK seyogyanya dirumuskan dengan ciri-ciri sebagai berikut.
1) Singkat, jelas, dan padat, karena kesimpulan merupakan ihtisar dari seluruh proses penemuan jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan dalam penelitian.
2) Sesuai dengan uraian, dalam hal ini adalah hasil dan pembahasan penelitian yang dipaparkan pada bab sebelumnya.
3) Sesuai dengan pertanyaan atau tujuan penelitian, sehingga secara langsung dapat menginformasikan kepada pembaca mengenai sejauhmana ketercapaian tujuan penelitian yang diajukan.
Berdasarkan kesimpulan, peneliti dapat mengajukan saran-saran dengan kriteria:
1) Saran harus sesuai dan mengacu pada kesimpulan dan hakikat penelitian yang dilakukan.
2) Saran harus ditujukan pada sasaran yang jelas. Dalam PTK umumnya saran lebih ditujukan kepada guru.
3) Saran untuk menindaklanjuti hasil PTK sebaiknya bersifat konkret dan operasional, sehingga mudah dilaksanakan atau diterapkan.
4) Saran harus mempertimbangkan metodologi atau prosedur penelitian yang dilaksanakan, serta bidang studi yang diajarkan, dan
5) Saran hendaknya merupakan pikiran yang cukup penting untuk memperbaiki pembelajaran. (IGAK. Wardani, 2007: 5.27-5.40)
3. Bagian Akhir
Bagian akhir sebuah skripsi merupakan pendukung serta bukti-bukti terkait dengan aktivitas penulisan karya ilmiah ini. Paling tidak ada tiga hal yang harus dimasukkan, yaitu (1) daftar pustaka, (2) lampiran-lampiran, dan (3) riwayat hidup penulis. Uraian ketiga hal di atas sama dengan skripsi hasil penelitian kuantitatif maupun kualitatif.
BAB V
SKRIPSI HASIL KAJIAN PUSTAKA
Skripsi hasil kajian pustaka merupakan penampilan argumentasi penalaran keilmuan yang memaparkan hasil kajian pustaka dan hasil olah pikir peneliti mengenai suatu masalah/topik kajian. Skripsi jenis ini berisi satu topik yang memuat beberapa gagasan dan/atau proposisi yang berkaitan yang harus didukung oleh data yang diperoleh dari sumber pustaka.
Sumber pustaka untuk bahan kajian dapat berupa jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar, diskusi ilmiah, atau terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Bahan-bahan pustaka harus dibahas secara kritis dan mendalam dalam rangka mendukung gagasan dan/atau proposisi untuk menghasilkan kesimpulan dan saran.
A. ISI DAN SISTEMATIKA
Sistematika skripsi hasil kajian pustaka terbagi atas tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Masing-masing bagian dapat dirinci sebagai berikut.
1. Bagian Awal
Cakupan bagian awal, meliputi:
a. Sampul
b. Lembar Berlogo
c. Judul (sama dengan sampul)
d. Persetujuan Pembimbing
e. Pengesahan Kelulusan
f. Pernyataan Keaslian Tulisan
g. Moto dan Persembahan
h. Kata Pengantar
i. Abstrak
j. Daftar Isi
k. Daftar Tabel
l. Daftar Gambar
m. Daftar Lampiran
2. Bagian Inti
Bagian inti skripsi hasil kajian pustaka terdapat tiga model, dengan jenis kajian yang dilakukan, meliputi (a) penelitian pemikiran seorang tokoh, (b) penelitian naskah, (c) penelitian yurisprudensi, (d) penelitian tematik historis, dan (e) penelitian tafsir maudlu'i (tematik) ayat-ayat Al-Qur'an dan/atau Hadits.
a. Sistematika Skripsi Penelitian Tokoh
BAB I PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
- Metode Penelitian
- Penegasan Istilah
- Sistematika Penulisan
BAB II BIOGRAFI (Berisi Biografi Tokoh dan setting sosial)
BAB III DESKRIPSI PEMIKIRAN
BAB IV PEMBAHASAN
A. Signifikansi Pemikiran
B. Relevansi Pemikiran
C. Implikasi
BAB V PENUTUP
b. Sistematika Skripsi Penelitian Naskah
BAB I PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
- Metode Penelitian
- Penegasan Istilah
- Sistematika Penulisan
BAB II BIOGRAFI NASKAH
BAB III DESKRIPSI PEMIKIRAN
BAB IV PENBAHASAN
BAB V PENUTUP
c. Sistematika Skripsi Penelitian Yurisprudensi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
E. Metode Penelitian
F. Penegasan Istilah
G. Sistematika Penulisan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB III DESKRIPSI YURISPRUDENSI
BAB IV PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP
d. Sistematika Skripsi Penelitian Tematik Historis
BAB I PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
- Metode Penelitian
- Penegasan Istilah
- Sistematika Penulisan
BAB II KONDISI AWAL (Sebagaimana judul)
BAB III EKSISTENSI (Kondisi saat ini)
BAB IV PERUBAHAN
BAB V PENUTUP
e. Sistematika Skripsi Penelitian Tafsir Maudlu’i
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
E. Metode Penelitian
F. Penegasan Istilah
G. Sistematika Penulisan
BAB II KOMPILASI AYAT-AYAT
BAB III ASBABUN NUZUL DAN MUNASABAH
BAB IV PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP
3. Bagian Akhir
Pada bagian akhir ini termuat:
Daftar Rujukan
Lampiran-lampiran
Riwayat Hidup
B. DESKRIPSI SISTEMATIKA
1. Isi Bagian Awal
Unsur-unsur yang harus ada pada bagian awal skripsi hasil kajian pustaka sama dengan isi bagian awal skripsi hasil penelitian terdahulu. Susunan unsur-unsur dan isi uraiannya juga sama.
2. Isi Bagian Inti
Jumlah bab dalam bagian inti dari skripsi hasil kajian pustaka bisa bervariasi, tergantung pada banyaknya gagasan dalam satu topik yang akan dibahas. Umumnya, untuk keperluan penulisan skripsi jumlah bab yang ada sebanyak lima buah. Meskipun dalam pedoman ini dikemukakan lima model skripsi hasil penelitian pustaka, yaitu (a) penelitian pemikiran seorang tokoh, (b) penelitian naskah, (c) penelitian yurisprudensi, (d) penelitian tematik historis, dan (e) penelitian tafsir maudlu'i (tematik) ayat-ayat Al-Qur'an dan/atau Hadits, namun pada prinsipnya bab-bab yang ada di dalamnya tidak terlalu berbeda.
a. Bab I: Pendahuluan
Hal-hal yang perlu diuraikan pada bab Pendahuluan, meliputi: (1) latar belakang masalah, (2) rumusan masalah, (3) tujuan kajian, (4) kegunaan kajian, (5) metode kajian, (6) penegasan istilah, dan (7) sistematika penulisan. Isi dari tiap-tiap subbab tersebut adalah sebagai berikut.
1) Latar Belakang Masalah
Bagian ini berisi uraian atau gambaran umum yang dapat diperoleh dari internet, koran, majalah, buku, jurnal, laporan penelitian, seminar, atau keadaan lapangan mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti. Gambaran umum ini dapat bersifat mendukung atau tidak mendukung pendapat peneliti. Selain itu juga dipaparkan uraian pemantapan terhadap pemahaman masalah, misalnya mengapa masalah yang dikemukakan dipandang menarik, penting, dan perlu ditelaah.
2) Rumusan Masalah
Bagian ini merupakan pengembangan dari uraian latar belakang masalah yang menunjukkan bahwa masalah yang akan ditelaah memang belum terjawab atau belum dipecahkan secara memuaskan. Uraian tersebut didukung berbagai publikasi yang berhubungan dengan masalah yang dikaji, yang mencakup aspek yang dikaji, konsep-konsep yang berkaitan dengan hal yang akan ditulis, dan teori yang melandasi kajian. Pembahasan ini hanya berisi uraian yang memang relevan dengan masalah yang akan dikaji serta disajikan secara sistematis dan terpadu.
Selanjutnya dituliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab melalui telaah pustaka (dalam bentuk kalimat tanya), yang memuat variabel/hubungan antarvariabel yang akan dikaji. Kata tanya yang digunakan berupa apa, mengapa, bagaimana, sejauh mana, kapan, siapa, dan sebagainya bergantung pada ruang lingkup masalah yang akan dibahas.
3) Tujuan Penelitian
Bagian ini memberikan gambaran yang khusus atau spesifik mengenai arah dari kegiatan kajian kepustakaan yang dilakukan, berupa keinginan realistis peneliti tentang hasil yang akan diperoleh. Tujuan penelitian harus mempunyai kaitan atau hubungan yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. Sebagai contoh adalah mengkaji kehidupan orang-orang yang terkenal dalam suatu bidang studi untuk mengetahui pengalaman-pengalaman mereka, bagaimana usaha mereka untuk meneliti dan menemukan apa yang sekarang dianggap sebagai hal yang biasa saja.
4) Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini penulis memberikan gambaran yang jelas dan realistis mengenai kegunaan atau manfaat hasil pemecahan masalah. Manfaat yang diuraikan dapat dikaitkan dengan peneliti, lembaga tempat kajian dilakukan, organisasi profesi, pengembangan ilmu, pendidikan, pemecahan masalah yang mendesak, pengambilan keputusan atau kebijakan, dan sebagainya.
5) Metode Penelitian
Metode penelitian menjelaskan semua langkah yang dikerjakan penulis sejak awal hingga akhir. Pada bagian ini dapat dimuat hal-hal yang berkaitan dengan anggapan-anggapan dasar atau fakta-fakta yang dipandang benar tanpa adanya verifikasi dan keterbatasan, yaitu aspek-aspek tertentu yang dijadikan kerangka berpikir. Selanjutnya dilakukan analisis masalah dan variabel yang terdapat dalam judul kajian. Analisis masalah menghasilkan variabel dan hubungan antarvariabel. Selanjutnya dilakukan analisis variabel dengan mengajukan pertanyaan mengenai masing-masing variabel dan pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan antar variabel. Analisis ini diperlukan untuk menyusun alur berpikir dalam memecahkan masalah.
Perlu ditekankan bahwa tulisan tentang metode kajian hendaknya didasarkan atas kajian teori dan khasanah ilmu, yaitu paradigma, teori, konsep, prinsip, hukum, postulat, dan asumsi keilmuan yang relevan dengan masalah yang dibahas.
6) Penegasan Istilah
Bagian ini memberikan penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan agar terdapat kesamaan penafsiran dan terhindar dari kekaburan. Apabila berkaitan dengan konsep-konsep khusus, maka definisi tersebut hendaknya tidak hanya diambil dari kamus, namun dari disiplin ilmu di mana konsep-konsep istilah-istilah tersebut digunakan.
7) Sistematika Penulisan
Dalam bagian ini dimuat kerangkan dan bagian-bagian dari skripsi, mulai dari pendahuluan sampai penutup. Penyajiannya dalam bentuk narasi, bukan poin-poin sebagaimana dalam daftar isi. Tujuannya adalah agar pembaca mudah memahami keseluruhan kerangka dalam skripsi tersebut.
b. Bab II dan Bab-Bab Selanjutnya
Isi bab II dan bab-bab selanjutnya disesuaikan dengan pertanyaan penelitian dan model kajian yang ditempuh.
Penelitian Pemikiran Tokoh
Dalam kajian tokoh, maka Bab II berisi biografi tokoh yang dikaji. Secara garis besar ada tiga hal pokok, yang harus dipaparkan dalam bab ini, yaitu (a) biografi pribadi dan keluarga, meliputi tempat lahir, silsilah, keluarga, perkembangan atau perpindahan tempat tinggal, dan karir atau jabatan yang pernah dipegangnya, (b) biografi pendidikan dan keilmuan, meliputi lembaga pendidikan yang pernah dimasuki atau guru-guru yang pernah mengajarnya, dan (c) karya-karya pemikiran atau buku-bukunya.
Bab-bab selanjutnya dalam penelitian tentang pemikiran tokoh berisi analisis terhadap pemikiran tokoh sesuai dengan pertanyaan penelitian. Dalam melakukan analisis ini, dapat dilakukan misalnya perbandingan dengan pemikiran tokoh lain atau para pemikir secara umum, ketepatan metode dan koherensi atau kontradiksi terhadap sumber norma/wahyu yang menjadi acuan, atau bisa juga perkembangan dan konsistensi pemikiran tokoh tersebut dari waktu ke waktu. Selanjutnya tentu saja di bahas tentang implikasi atau relevansi pemikiran tokoh tersebut dalam konteks perkembangan pemikiran dewasa ini maupun manfaatnya sebagai acuan dalam perumusan kebijakan pada tingkat praksis.
Penelitian Naskah/Filologi
Dalam penelitian agama, aspek bahasa merupakan salah satu obyek kajian yang penting, terutama dalam kaitan antara teks dengan konteks. Imam Suprayoga dan Thobroni (2001: 69-72) mengemukakan ada tiga pendekatan dalam penelitian naskah agama/filologi yang tidak terpisah secara ekstrem, namun saling melengkapi, yaitu (a) pendekatan tafsir, (b) analisis isi (content analisys), dan (c) hermeneutika. Metode tafsir merupakan metode tertua dalam pengkajian agama. Tujuan tafsir ialah menjelaskan, menerangkan atau menyingkap kandungan kitab suci sehingga pesan yang terkandung di dalamnya, baik berupa hukum, moral, spiritual, perintah maupun larangan dapat dipahami, dihayati dan diamalkan.
Metode tafsir yang berkembang dalam tradisi intelektual Islam yang populer diantaranya: tahlili, ijmali, muqaran, dan maudlu'i. Tafsir tahlili adalah metode menafsirkan Al-Qur'an dengan menguraikan secara detail kata demi kata, ayat demi ayat dan surat demi surat dari awal hingga akhir. Tafsir ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu tafsir bi al-ma'tsur yang lebih mendasarkan pada hadits Nabi dan tradisi sahabat, dan tafsir bi al-ra'yu, yang mengutamakan kekuatan penalaran dan tradisi keilmuan. Tafsir Ijmali adalah cara menafsirkan ayat-ayat dengan cara menunjukkan kandungan makna secara global, dan penjelasannya pun diberikan secara global pula. Tafsir Muqarin, adalah metode tafsir dengan cara membandingkan suatu ayat dengan ayat lainnya yang memiliki kemiripan redaksi baik dalam kasus yang sama maupun berbeda. Tafsir Maudlu'i, disebut juga dengan tafsir tematik, adalah cara menafsirkan kitab suci dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur'an dari berbagai surat yang berkaitan dengan persoalan atau topik yang ditetapkan sebelumnya (Quraish Shihab, 1992: 87). Metode tafsir ini sengaja diangkat sebagai satu model tersendiri dalam pendoman ini.
Content Analysis, atau analisis isi pada awalnya berkembang dalam bidang surat kabar atau komunikasi massa yang bersifat kuantitatif. Metode ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan dari isi komunikasi yang disampaikan dalam bentuk lambang yang terdokumentasi. Tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan pemahaman terhadap berbagai isi pesan yang disampaikan tersebut, secara obyektif, sistematis, dan relevan secara sosiologis. Metode ini dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi seperti surat kabar, buku, puisi, lirik lagu, film, cerita rakyat, peraturan perundang-undangan, atau kitab suci.
Hermeneutika, secara harfiah berasal dari kata hermeneuein dalam bahasa Yunani kuno yang berarti "seni menerangkan makna" atau "seni memberikan interpretasi". Yang dimaksud hermeneutika dalam konteks penelitian pustaka, adalah salah satu aliran penelitian kualitatif , khususnya dalam memahami makna teks (kitab suci, buku, undang-undang dan lain-lain) sebagai sebuah fenomena sosial-budaya. Metode ini berfungsi menjamin tidak terjadi distorsi pesan atau informasi antara teks, penulis dan pembacanya. Oleh karena itu ada tiga pusaran yang dijadikan starting point dan point of view, yaitu the world of the text (aspek kebahasaan), the world of the author (dunia penulis teks termasuk Tuhan), dan the world of the reader (dunia pembaca teks) (Komarudin Hidayat, 1996).
Karena adanya berbagai perspektif tersebut, maka penulis hendaknya menjelaskan pula pendekatan disiplin ilmu yang digunakan dalam menafsirkan ayat-ayat kitab suci, antara lain (1) pendekatan sastra/linguistik, (2) pendekatan filosofis, (3) pendekatan teologis, (4) pendekatan ilmiah, (5) pendekatan fiqih/hukum, (6) pendekatan tasawuf, (7) pendekatan sosiologis, dan (8) pendekatan kultural. Hal ini karena sering kali terjadi ayat yang sama apabila ditafsirkan dengan pendekatan berbeda akan menghasilkan isi yang berbeda pula.
Penelitian Yurisprudensi
Penelitian ini berawal dari tradisi pencarian hukum bukan hanya yang tertulis pada kitab undang-undang atau hukum in abstracto, tetapi juga hukum in concreto yaitu what the judge will decide as law ( Burhan Ashshofa, 1996: 43). Yurisprudensi atau keputusan hukum yang dibuat oleh hakim merupakan obyek kajian penelitian yang menarik, karena di situlah hukum itu menjadi "hidup" atau benar-benar telah dikenakan pada suatu perbuatan hukum.
Sistematika penelitian ini minimal harus memuat (a) kajian teoritik/pustaka yang akan dijadikan acuan atau perspektif dalam membedah suatu putusan hakim, (b) bunyi putusan hakim itu sendiri, dan (3) analisis yang ditujukan terhadap judgements hakim, landasan, konteks sosiologis atau implikasinya. Ketiga hal tersebut dituangkan pada Bab II, Bab III dan Bab IV dalam skripsi hasil penelitian yurisprudensi, kemudian dilengkapi dengan Bab Penutup, yang berisi kesimpulan dan saran-saran.
Penelitian Tematik Historis
Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian sejarah suatu bangsa, etnis atau komunitas yang mengambil tema tertentu. Fokusnya tertuju pada proses perubahan yang terjadi pada bangsa, etnis atau komunitas yang diteliti dalam suatu aspek, khususnya keagamaan. Sebagai contoh mislanya tentang penyebaran Islam di suatu daerah.
Terdapat tiga unsur pokok dalam penelitian ini, yaitu (a) kondisi awal suatu kamunitas, (b) kondisi pada saat setelah terjadi introduksi suatu paham/ kekuasaan, dan (c) proses perubahan, antara lain berupa perkembangan dan konflik yang terjadi dalam penerimaan, serta tokoh dan peristiwa yang berperan penting.
Tafsir Maudlu'i,
Metode ini disebut juga dengan tafsir tematik, adalah cara menafsirkan kitab suci dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur'an dari berbagai surat yang berkaitan dengan persoalan atau topik yang ditetapkan sebelumnya (Quraish Shihab, 1992: 87). Penelitian ini merupakan metode yang memberi kontribusi penting dalam memahami konsep-konsep dasar agama secara komprehensif. Oleh karena itu metode ini mampu memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mendasar mengenai suatu konsep atau kondisi.
Langkah-langkah penelitian yang dituangkan dalam laporan, paling tidak mencakup empat hal, yaitu (a) perumusan atau penentuan konsep yang hendak dikaji, (b) melakukan kompilasi terhadap ayat-ayat Al-Quran yang terkait dengan konsep tersebut, (c) melakukan telaah keterkaitan (manasabah) antara ayat satu dengan ayat lain, baik dari segi kronologi maupun asbab al-nuzulnya, dan (d) melakukan analisis dan penarikan kesimpulan mengenai hakikat suatu konsep atau kondisi. Pada langkah ketiga dan keempat peneliti tentu saja dapat mengacu pada hadits-hadits yang relevan.
Dari keseluruhan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pada skripsi hasil kajian pustaka, Bab II dan bab-bab selanjutnya berisi uraian masalah secara rinci, alternatif model pemecahan masalah, dan pemecahan masalahnya. Bagian ini merupakan hasil pemikiran atau ide yang baru dari peneliti mengenai masalah yang dibahas. Seyogyanya tercermin di sini penguasaan peneliti mengenai bidang ilmu yang relevan dengan permasalahan. Analisis dan pemecahan masalah yang dilatarbelakangi penguasaan materi keilmuan akan tajam dan komprehensif. Juga perlu tercermin di sini gagasan dan wawasan peneliti yang tajam dalam mengkaji masalah. Perlu dipelihara konsistensi cara berpikir sejak awal pembahasan. Gagasan dan buah pikiran penulis harus disajikan dalam bentuk alur-alur pikir yang logis sehingga mudah ditangkap maknanya.
c. Bab Penutup
Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang harus taat-asas dengan uraian kerangka pemikiran terdahulu dan tidak bertentangan. Kesimpulan dan saran dinyatakan secara terpisah.
Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dirangkum dari hasil kajian dan pembahasan. Saran dibuat berkaitan dengan hasil kajian/pembahasan yang telah dilakukan. Saran ditujukan baik kepada para peneliti dalam bidang yang sejenis, yang ingin melanjutkan atau mengembangkan kajian yang sudah diselesaikan, ataupun kepada pihak lain yang memanfaatkan hasil kajian ini. Saran dapat mengenai aspek yang mungkin diteliti lebih lanjut atau hal-hal yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan. Saran bukan merupakan suatu keharusan.
3. Isi Bagian Akhir
Hal-hal yang perlu dimasukkan dalam bagian ini adalah yang mendukung atau terkait erat dengan uraian yang terdapat pada bagian inti. Isi yang perlu ada pada bagian akhir adalah (a) daftar pustaka, (b) lampiran-lampiran, dan (d) riwayat hidup penulis. Isi dari bagian ini sama dengan yang diuraikan pada bab-bab terdahulu.
BAB VI
SKRIPSI HASIL PENELITIAN TAKHRIJ HADIS
A. PENGERTIAN PENELITIAN TAKHRIJ HADIS
Penelitian takhrij hadis adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui sumber suatu hadis dan menjelaskan tingkat kesahihannya. (Abu Muhammad Abdul Mahdi: 1994: 4). Penjelasan tingkat kesahihan hadis tersebut dilakukan dengan cara meneliti perawinya dari semua jalur periwayatan yang ada. Penelitian ini sangat berguna untuk memperjelas kualitas suatu hadis yang masih dipersilisihkan dalam masyarakat.
Langkah penelitian ini mencakup: (1) perumusan atau penentuan tema yang akan dikaji; misalnya tentang hadis-hadis yang bernuansa merendahkan martabat perempuan (misoginis), (2) pembatasan tema kepada satu isu ; misalnya hadis tentang kepemimpinan perempuan, (3) mengumpulkan seluruh hadis tentang isu tersebut dari berbagai kitab hadis, (4) memaparkan hasil penilaian terhadap kualitas seluruh perawi (tajrih dan ta’dil) dari berbagai kitab Al-Jarh wa al-Ta’dil secara obyektif, (5) melakukan telaah terhadap matan Hadis dari berbagai pendekatan yang mungkin, (6) Menyimpulkan hasil takhrij dan telaah matan serta memberikan rekomendasi baik bagi penyikapan dan penerapan haidis yang diteliti maupun bagi penelitian serupa selanjutnya.
Langkah ketiga, keempat dan kelima merupakan langkah penting dalam penelitian ini. Dalam langkah ketiga peneliti dituntut untuk mampu mengakses kitab-kitab hadis seluas mungkin sehingga seluruh variasi periwayatan hadis tersebut dapat ditampilkan. Langkah keempat merupakan inti dari proses tarjih; di sini peneliti harus memaparkan temuan data tentang kualitas setiap perawi dari seluruh jalur periwayatan secara detil dan obyektif sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab al-Jarh wa al-Ta’dil. Pemaparan data dapat dimulai dari rangkaian sanad dan tabaqat yang ada dilanjutkan dengan telaah terhadap jumlah perawi pada tiap-tiap jalur dan tabaqat, selanjutnya diakhiri dengan telaah terhadap kualitas setiap perawi. Oleh karena itu guna mempermudah dalam memahami paparan data ini dapat ditampilkan dalam bentuk tabel dan skema.
Langkah kelima sesungguhnya merupakan langkah pelengkap dari takhrij Hadis. Namun demikian, langkah ini sangat penting untuk dilakukan sebagai penyeimbang terhadap penilaian sanad Hadis yang telah dilakukan. Langkah ini merupakan telaah terhadap matan Hadis, baik dari aspek redaksi maupun substansinya. Sebagaimana dalam sanad, telaah terhadap matan ini juga harus dilakukan terhadap seluruh redaksi dari seluruh jalur periwayatan. Perbedaan dan persamaan masing-masing matan harus dipaparkan dan dibahas secara komprehensif. Aspek lain yang juga harus dipaparkan dalam bagian ini adalah asbab al-wurud dari hadis tersebut. Hasil telaah terhadap matan didukung dengan asbab al-wurud selanjutnya digunakan sebagai modal untuk menggali kandungan hukum dari hadis yang diteliti.
B. ISI DAN SISTEMATIKA
1. Bagian Awal
Cakupan bagian awal, meliputi:
a. Sampul
b. Lembar Berlogo
c. Judul (sama dengan sampul)
d. Persetujuan Pembimbing
e. Pengesahan Kelulusan
f. Pernyataan Keaslian Tulisan
g. Moto dan Persembahan
h. Kata Pengantar
i. Abstrak
j. Daftar Isi
k. Daftar Tabel
l. Daftar Gambar
m. Daftar Lampiran
2. Bagian Inti
Bagian intis skripsi hasil penelitian takhrij hadis adalah sebagai berikut.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Penelitian
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
E. Metode Penelitian
F. Penegasan Istilah
G. Sistematika Penulisan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB III PELAKSANAAN TAHRIJ HADIS
A. Rangkaian Sanad dan Tabaqat
B. Kajian Kuantitas Sanad
C. Kajian Kualitas Sanad
D. Kesimpulan
BAB IV TELAAH MATAN HADIS
A. Kompilasi dan Arti Matan Hadis
B. Kritik Matan
C. Asbab al-Wurud
D. Kandungan Hukum
E. Kesimpulan
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Rekomendasi
3. Bagian Akhir
Bagian akhir berisi:
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran
Riwayat Hidup Penulis
BAB VII
TUGAS AKHIR BUKAN SKRIPSI
A. Sistematika Tugas Akhir
Sistematika tugas akhir pada bagian awal dan bagian akhir relatif sama dengan skripsi. Namun pada bagian inti dapat dikatakan lebih sederhana dibanding skripsi. Sistematika bagian inti tugas akhir adalah sebagai berikut.
BAB I PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan dan Kegunaan
- Sistematika Penulisan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
- Telaah Pustaka
- Kerangka Teoritik
BAB III LAPORAN OBJEK
- Gambaran Umum
- Data-data Deskriptif
BAB IV ANALISIS
BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI
B. Deskripsi Sistematika
Penjelasan terhadap sistematika penulisan di atas adalah sebagai berikut:
1. Bab I Pendahuluan
a. Latar belakang
Latar belakang masalah menyajikan uraian secara sistematik tentang faktor-faktor yang menjadi dasar munculnya masalah yang akan ditulis sesuai dengan judul yang ditulis dan alasan-alasan yang menjadikan masalah tersebut dipandang menarik dan penting untuk ditulis. Beberapa bukti bahwa masalah itu menrik dan penting untuk dipecahakan disajikan pada bagian ini. Latar belakang masalah dapat dilengkapi dengan tabel dan grafik untuk menyajikan data dalam rangka memperkuat dan memperjelas subbab ini.
b. Rumusan masalah
Rumusan masalah merupakan gambaran pokok yang akan dicapai dan arah analisis yang akan dilakukan. Penegasan dan pembatasan ruang lingkup masalah yang akan dianalisis juga dinyatakan dalam subbab ini dengan kalimat pertanyaan atau kalimat pernyataan yang mengandung masalah. Rumusan masalah terkait dengan judul yang dipilih dan latar belakang masalah.
c. Tujuan dan kegunaan
Tujuan menunjukkan hal-hal yang akan dicapai atau perlu diselesaikan sebagai upaya pemecahan masalah yang dirumuskan dalam rumusan masalah. Rumusan tujuan harus dilakukan secara jelas dan tegas (operasional) sehingga bukti bahwa tujuan tersebut benar-benar tercapai setelah penulisan tugas akhir dilakukan dapat ditemukan dengan mudah. Kegunaan merupakan gambaran tentang manfaat tugas akhir dengan berpijak pada perumusan masalah yang telah ditetapkan.
d. Sistematika penulisan
Pada subbab ini disajikan sistematika penulisan mulai bab I sampai bab V. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada pembaca mengenai keseluruhan isi tugas akhir dan menunjukkan konsistensi dari penulisan dan pembahasannya.
2. Bab II Kajian Pustaka
Kajian pustaka merupakan kajian ilmiah terhadap topik tugas akhir dalam rangka mencari justifikasi teoritis serta melihat dan menelaah masalah tugas akhir yang diajukan. Dalam subbab ini disampaikan bagaimana landasan teoritis terhadap masalah yang dipilih dan tinjauan terhadap hasil karya orang lain sebelumnya yang telah dilakukan. Sumber telaah pustaka dapat diperoleh dari buku, jurnal, majalah koran internet dan lain-lain, yang memiliki kandungan relevan dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya.
3. Bab III Laporan Objek
a. Gambaran umum
Dalam subbab ini disajikan informasi umum mengenai objek penulisan tugas akhir. Sejarah berdirinya, dasar pendirian, struktur organisasi, permodalan, perkembangan kinerja dan lain-lain yang berisi pengetahuan umum mengenai objek tugas akhir dapat disajikan dalam subbab ini.
b. Data-Data Deskriptif
Setelah ditampilkan gambaran umum mengenai objek tugas akhir maka selanjutnya disajikan data-data dan informasi yang lebih bersifat khusus untuk menggambarkan masalah yang dirumuskan dalam rumusan masalah. Pada bagian ini informasi yang berkaitan dengan rumusan masalah dan tujuan penulisan tugas akhir saja yang di sajikan, informasi yang tidak relevan tidak perlu disampaikan. Hal ini dimaksudkan supaya lebih mudah untuk dipahami dalam rangka melakukan telaah berikutnya pada bagian analisis dan membatasi telaah kritis sehingga pembahasan lebih terfokus untuk menjawab masalah dalam rumusan masalah.
4. Bab IV Analisis
Dalam bab ini dipaparkan hasil telaah kritis terhadap masalah yang telah dirumuskan berdasarkan landasan teori pada bab II dan informasi-informasi obyek penulisan tugas akhir pada bab III terlebih informasi yang bersifat khusus dan terfokus pada subbab data-data diskriptif. Ketajaman penulis dalam mengkritisi masalah dan upaya untuk mencapai tujuan penelitian terlihat pada bagian ini.
5. Bab V Kesimpulan dan Implikasi
Bab V merupakan bagian yang terpenting dalam penulisan tugas akhir, karena setelah memastikan bahwa metode, kaidah dan proses penulisan telah sesuai, penguji akan memusatkan perhatian pada bab V. Hal ini terjadi karena bab ini menggambarkan kesimpulan dan implikasi terhadap praktek-praktek ekonomi dan perbankan sebagai kontribusi penulis melalui tugas akhir ini.
Sebagai pedoman umum yang harus diperhatikan dalam penulisan tugas akhir mulai bab I sampai bab V adalah “konsistensi” penulisan. Konsistensi dalam hal ini harus terwujud mulai dari judul, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan, landasan teori sampai dengan kesimpulan dan implikasi. Kesemuanya harus menunjukkan satu konsistensi yang utuh tidak berubah-ubah.
BAB VIII
TEKNIK PENULISAN
Bagian ini berisi petunjuk yang berkaitan dengan sistematika penulisan, cara merujuk dan menulis daftar pustaka, tabel dan gambar, bahasa dan ejaan, pencetakan dan penjilidan, serta petunjuk praktis teknik penulisan yang meliputi hal-hal yang perlu diperhatikan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan.
A. SISTEMATIKA PENULISAN
Penulisan judul bab yang berlevel 1 diletakkan di tengah halaman dengan memakai huruf besar semua dan bold. Level-level selanjutnya dinyatakan dengan huruf dan angka sebagai berikut.
1. Level 2 ditandai dengan urutan huruf besar (A, B, C, dan seterusnya) memakai titik dan subbab ditulis dengan huruf besar kecil dan bold.
2. Level 3 ditandai dengan urutan angka (1, 2, 3, dan seterusnya) memakai titik dan subbab ditulis dengan huruf besar kecil dan bold.
3. Level 4 ditandai dengan urutan huruf kecil (a, b, c, dan seterusnya) memakai titik dan subbab ditulis dengan huruf besar kecil dan bold.
4. Level 5 ditandai dengan urutan angka memakai kurung tutup: 1), 2), 3), dan seterusnya tanpa titik dan subbab ditulis dengan huruf besar kecil dan bold.
5. Level 6 ditandai dengan urutan huruf kecil memakai kurung tutup: a), b), c), dan seterusnya tanpa titik dan subbab ditulis dengan huruf besar kecil dan bold.
6. Butir uraian atau contoh dibedakan atas butir hierarkis (seperti urutan kegiatan dan jadwal) dan butir nonhierarkis (seperti contoh-contoh yang memiliki kedudukan setara). Butir hierarkis dinyatakan dengan angka dan huruf dalam kurung seperti (1) dan (a); sedangkan butir nonhierarkis dinyatakan dengan bulit.
Baris pertama pada setiap paragraf baru dimulai 1,2 cm dari tepi kiri. Baris selanjutnya dimulai dari tepi kiri.
Contoh:
BAB III
HASIL PENELITIAN
Yang termasuk level 1 adalah tulisan bab beserta judul babnya, ditulis dengan huruf besar semua, bold, dan ditempatkan di tengah halaman. Paragrafnya dimulai 1,2 cm dari tepi kiri dan kemudian baris selanjutnya ditulis mulai dari garis tepi.
A. Gambaran Umum MAN Gorontalo
Judul subbab ini berlevel 2 yang ditandai dengan urutan huruf besar memakai titik. Judul subbab ini ditulis dengan huruf besar kecil, bold, dan ditulis dari garis tepi. Paragrafnya dimulai 1,2 cm dari tepi kiri dan kemudian baris berikutnya ditulis mulai garis tepi.
1. Tinjauan Historis
2. Visi dan Misi
3. Letak Geografis
4. Struktur Organisasi
5. Ciri Khas dan Keunggulan
6. Kurikulum
Keenam judul subbab ini semuanya berlevel 3 yang ditandai dengan urutan angka memakai titik. Judul subbab ini ditulis dengan huruf besar kecil, bold, dan ditulis dari garis tepi. Paragrafnya dimulai 1,2 cm dari tepi kiri dan kemudian baris selanjutnya ditulis mulai dari garis tepi.
a. Kurikulum Nasional
b. Kurikulum Muatan Lembaga
Kedua judul subbab ini berlevel 4 yang ditandai dengan urutan huruf kecil memakai titik. Judul subbab ini ditulis dengan huruf besar kecil, bold, dan ditulis dari garis tepi. Paragrafnya dimulai 1,2 cm dari tepi kiri dan kemudian baris selanjutnya ditulis mulai dari garis tepi.
1) Qiroati
2) Tahfidz
3) Mentoring
4) Teknologi Informasi
5) Bahasa Asing
Kelima judul subbab ini berlevel 5 yang ditandai dengan urutan angka memakai kurung tutup tanpa titik. Judul subbab ini ditulis dengan huruf besar kecil, bold, dan ditulis dari garis tepi. Paragrafnya dimulai 1,2 cm dari tepi kiri dan kemudian baris selanjutnya ditulis mulai dari garis tepi.
a) Bahasa Arab
b) Bahasa Inggris
Kedua judul subbab ini berlevel 6 yang ditandai dengan urutan huruf kecil memakai kurung tutup tanpa titik. Judul subbab ini ditulis dengan huruf besar kecil, bold, dan ditulis dari garis tepi. Paragrafnya dimulai 1,2 cm dari tepi kiri dan kemudian baris selanjutnya ditulis mulai dari garis tepi.
Berikut adalah contoh penulisan butir hierarkis.
Pembelajaran bahasa Inggris di MAN ... dilaksanakan dengan urutan:
(1) menyimak (listening)
(2) berbicara (speaking)
(3) membaca (reading)
(4) menulis (writing)
(a) fiksi
(b) nonfiksi
Berikut adalah contoh penulisan butir nonhierarkis.
Siswa MAN… yang berhasil menjuarai berbagai perlombaan antara lain:
· Annisa Mentari Semesta:
ü Lomba Pidato Bahasa Inggris
ü Lomba Puitisasi Ayat al-Quran
· Muhammad Cahaya Abadi:
ü Lomba Tahfidz Juz 'Amma
ü Lomba Menulis Kaligrafi
Dengan demikian, penulisan bab dan subbab skripsi menggunakan sistematika sebagai berikut.
BAB I (level 1)
A. Gambaran Umum MAN Gorontalo (level 2)
1. Tinjauan Historis (level 3)
2. Visi dan Misi
3. Letak Geografis
4. Struktur Organisasi
5. Ciri Khas dan Keunggulan
6. Kurikulum
a. Kurikulum Nasional (level 4)
b. Kurikulum Muatan Lembaga
1) Qiroati (level 5)
2) Tahfidz
3) Mentoring
4) Teknologi Informasi
5) Bahasa Asing
a) Bahasa Arab (level 6)
b) Bahasa Inggris
(1) menyimak (listening)
(2) berbicara (speaking)
(3) membaca (reading)
(4) menulis (writing)
(a) fiksi
(b) nonfiksi
B. NOTASI ILMIAH
Laporan penulisan skripsi diwajibkan menggunakan teknik notasi ilmiah berupa catatan langsung dalam teks (inclusive note) dan catatan kaki/catatan yang diletakkan di bagian bawah halaman yang bersangkutan (foot note). Inclusive note digunakan untuk menulis bahan pustaka yang dirujuk dalam skripsi, sedangkan foot note hanya digunakan untuk menulis keterangan tambahan dari berbagai hal yang disebutkan dalam teks skripsi.
1. Cara Merujuk
Perujukan dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan tahun yang ditulis di dalam kurung. Jika ada dua penulis, perujukan dilakukan dengan cara menyebut nama akhir kedua penulis tersebut. Jika penulisnya lebih dari dua orang, penulisan rujukan dilakukan dengan cara menulis nama akhir dari penulis pertama tersebut diikuti dengan dkk. untuk orang Indonesia dan et all. untuk orang asing.
Jika nama penulis tidak disebutkan, yang dicantumkan dalam rujukan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan, nama koran, atau nama majalah yang dirujuk itu, sejalan dengan kaidah penulisan daftar pustaka yang dirujuk.
Untuk karya terjemahan, perujukan dilakukan dengan cara menyebutkan nama penulis aslinya. Rujukan dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh penulis yang berbeda dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan titik koma (;) sebagai tanda pemisahnya.
Cara merujuk ada dua macam yakni cara merujuk kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
a. Cara Merujuk Kutipan Langsung
Kutipan yang berisi kurang dari empat baris ditulis di antara tanda kutip ("...") sebagai
bagian yang terpadu dalam teks utama, dan diikuti nama penulis, tahun terbitan, dan nomor halaman. Jika nama penulis ditulis secara terpadu dalam teks, nama itu diikuti tahun dan nomor halaman pustaka yang dirujuk. Tahun dan nomor halaman itu ditulis di dalam tanda kurung. Jika nama penulis tidan disebutkan dalam teks, nama, tahun terbitan, dan nomor halaman itu ditulis di dalam tanda kurung. Jika ada tanda kutip dalam kutipan, digunakan tanda kutip tunggal ('...'). Lihat contoh berikut.
1) Nama penulis terpadu dalam teks.
Contoh:
Menurut Maududi (1984: 29), "jalan hidup yang benar untuk manusia ialah hidup dalam ketaatan kepada Allah".
2) Nama penulis tidak disebut dalam teks.
Contoh:
Jadi, "sistem politik Islam itu didasarkan atas tiga prinsip, yaitu tauhid, risalah, dan khalifah" (Maududi, 1984: 37).
3) Tanda kutip dalam kutipan.
Contoh:
Dengan demikian, "orang tidak perlu lagi berbangga-bangga dengan 'gelar palsu' yang disandangnya itu" (Agustian, 2001: 253).
4) Kutipan lebih dari empat baris ditulis tanpa tanda kutip, terpisah dari teks, dimulai pada karakter keenam dari pias kiri, dan diketik dengan spasi tunggal. Jika dalam kutipan terdapat paragraf baru, garis barunya dimulai dengan mengosongkan lima karakter lagi dari tepi garis teks kutipan.
Contoh:
Berkaitan dengan hal tersebut, Agustian (2001: 253) menyatakan sebagai berikut.
Kenyataannya, banyak ilmu pengetahuan yang telah dimiliki seseorang namun jarang sekali atau bahkan tidak pernah digunakan. Hal ini terjadi karena ilmu pengetahuan yang dilambangkan dengan gelar di depan atau di belakang nama seseorang saat ini telah menjadi "paradigma" yaitu sebagai posisi atau kedudukan. Akibatnya, paradigma ini telah melahirkan orang-orang yang memilki banyak ilmu, namun hanya untuk sebuah kedudukan di mata masyarakat. Ironisnya lagi, sekarang banyak orang yang membeli gelar-gelar tersebut, yang kemudian dihargai dengan nilai mata uang, bukan nilai keilmuan ataupun aplikasinya.
5) Kutipan yang Sebagian Dihilangkan.
Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang diganti dengan tiga titik.
Contoh:
"Penderitaan ialah apabila ketidakadilan diciptakan sendiri oleh sebagian ... atas anak manusia lain" (Nadjib, 1992: 146).
Apabila ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang diganti dengan empat titik. Titik terakhir merupakan tanda selesainya kalimat.
Contoh:
"Bahaya paling besar yang dihadapi umat manusia pada zaman sekarang bukanlah ledakan bom atom, tetapi perubahan fitrah. .... Inilah mesin berbentuk manusia yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dan kehendak alam yang fitrah. Ia telah dijual dan dia sendirilah yang harus membayar harganya" (Agustian, 2001: xliii)
b. Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung
Kutipan yang disebut secara tidak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip atau terpadu dalam teks. Nama penulis bahan pustaka dapat disebut terpadu dalam teks, atau ditulis dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Jika yang dirujuk bagian tertentu, nomor halaman disebutkan. Jika buku dirujuk secara keseluruhan atau yang dirujuk terlalu banyak atau meloncat-loncat, nomor halaman boleh tidak disebutkan. Perhatikan contoh berikut.
1) Nama penulis ditulis terpadu dalam teks, tahun penerbitan dan nomor halaman ditulis dalam kurung.
Contoh:
Dalam hal ini, Nadjib (1993: 136) menyatakan bahwa hidup ini akan lebih bermakna jika, misalnya, kita bangun di tengah malam tidak sekedar untuk menonton Piala Dunia, tetapi juga untuk ber-tahajjud.
2) Nama penulis, tahun penerbitan, dan nomor halaman ditulis dalam kurung.
Contoh:
Alangkah indahnya hidup ini, jika ketika kita shalat, ruhani kita bergerak menuju Zat Yang Maha Mutlaq. Pikiran terlepas dari keadaan riil dan panca indera melepaskan diri dari segala macam keruwetan peristiwa di sekitarnya (Sangkan, 2005: 13)
3) Nama penulis ditulis terpadu dalam teks, tahun penerbitan tanpa nomor halaman ditulis dalam kurung.
Contoh:
Berbeda dengan buku-buku lain yang membahas tentang kecerdasan emosional dan spiritual, buku Agustian (2001) menguraikan kedua kecerdasan tersebut dalam perspektif rukum iman dan rukun Islam.
4) Nama penulis dan tahun penerbitan tanpa nomor halaman ditulis dalam kurung.
Contoh:
Dzikir harus dipahami secara utuh dan komprehensif. Dzikir tidak sebatas ritual (lisan dan hati), tetapi juga harus samapi pada dataran dzikir sosial dan idiologikal. Inilah yang dimaksud dengan dzikir amaliah, yang merupakan manifestasi dari rangkaian dzikir lisan, hati, dan akal (Ilham, 2003).
2. Cara Menulis Daftar Pustaka
Daftar pustaka yang ditulis harus sesuai dengan bahan pustaka yang dirujuk dalam teks skripsi. Jadi, semua bahan pustaka yang dikutip dalam teks skripsi baik secara langsung maupun tidak langsung, harus ditulis dalam daftar pustaka. Bahan pustaka yang dibaca dan telah menjadi kekayaan (ilmu) secara pribadi tetapi tidak dikutip dalam teks skripsi, tidak perlu dicantuman dalam daftar pustaka.
Daftar pustaka ditulis langsung setelah teks skripsi berakhir dengan ganti halaman baru dan diberi judul DAFTAR PUSTAKA. Judul itu ditulis dengan huruf kapital semua, bold, berukuran 12, diletakkan di tengah halaman, dan jarak dengan teks di bawahnya empat spasi. Urutan penulisan nama penulis bahan pustaka yang dicantumkan dalam daftar pustaka sesuai urutan huruf abjad. Selanjutnya, penulisan antara bahan pustaka satu dengan lainnya berjarak dua spasi, sedangkan penulisan satu bahan pustaka yang lebih dari satu baris, berjarak satu spasi.
Unsur-unsur yang ditulis dalam daftar pustaka, secara berturut-turut meliputi (1) nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk anak judul (subjudul) , (4) kota tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit. Unsur-unsur tersebut dapat bervariasi tergantung jenis sumber pustakanya.
Adapun ketentuan penulisan huruf-huruf dalam daftar pustaka adalah sebagai berikut.
a. Huruf miring digunakan untuk menulis judul buku, skripsi, tesis, disertasi, nomor penerbitan, bahan pustaka dari internet dan nama majalah, koran, jurnal, serta dokumen resmi pemerintah. Huruf pertama dari setiap kata (termasuk semua kata ulang sempurna) ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata-kata seperti: di, ke, dari, dan, dengan, yang, dalam, untuk, bagi, pada yang tidak terletak pada posisi awal.
Contoh: (1) Bahasa dan Sastra, (2) Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma, (3) Asas-Asas Hukum Islam, (4) Ayat-Ayat Cinta, (5) Suara Merdeka, (6) Ijtihad.
b. Huruf tegak digunakan untuk menulis nama penulis, kota tempat penerbitan, penerbit, judul artikel, makalah, lagu, cerpen, dan puisi. Huruf pertama dari setiap kata (termasuk semua kata ulang sempurna) dan singkatan nama suatu lembaga ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata-kata seperti: di, ke, dari, dan, dengan, yang, dalam, untuk, bagi, pada yang tidak terletak pada posisi awal.
Contoh: (1) Ilham, Muhammad Arifin, (2) New York, (3) STAIN Salatiga Press, (4) Pustaka Pelajar, (5) Dari Tanah Kembali ke Tanah, (6) Indahnya Suasana Jamaah Subuh.
Nama penulis yang terdiri dari dua kata atau lebih ditulis dengan urutan: nama akhir diikuti koma, nama awal (disingkat atau tidak disingkat tetapi harus konsisten dalam satu karya ilmiah), nama tengah (kalau ada), dan diakhiri dengan titik. Pengedepanan nama akhir penulis bersifat menyeluruh (pukul rata), tidak dipertimbangkan apakah nama akhir itu nama asli, nama orang tua, nama keluarga, nama marga, atau nama suaminya. Hal ini dilakukan untuk keseragaman, konsistensi, dan mempermudah penulisan karena sulit membedakan nama akhir penulis yang merupakan nama asli, nama orang tua, nama keluarga, nama marga, atau nama suaminya. Apabila sumber yang dirujuk ditulis oleh tim, semua nama penulisnya harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Penulisan nama penulis itu dimulai dari dari tepi kiri, sedangkan baris selanjutnya dimukai pada karakter keenam.
Berikut adalah ketentuan dan contoh-contoh penulisan daftar pustaka dari berbagai macam bahan pustaka.
a. Bahan Pustaka Berupa Buku.
Bahan pustaka berupa buku, urutan penulisannya: nama penulis, tahun terbit, judul buku, kota terbit, dan penerbit. Untuk memisahkan bagian-bagian tersebut digunakan tanda titik (.), kecuali antara kota dan penerbit digunakan tanda titik dua (:).
Contoh:
1) Buku dengan Satu Penulis yang Namanya Hanya Satu Kata.
Bahroni. 2003. Kritik Sosial dalam Karya Emha Ainun Nadjib: Telaah Linguistik. Salatiga: STAIN Salatiga Press.
2) Buku dengan Satu Penulis yang Namanya Dua Kata (Abu Sangkan).
Sangkan, Abu. 2005. Pelatihan Shalat Khusyu': Shalat Sebagai Meditasi Tertinggi dalam Islam. Jakarta: Baitul Ihsan.
3) Buku dengan Satu Penulis yang Namanya Tiga Kata (Muhammad Arifin Ilham).
Ilham, Muhammad Arifin. 2003. Hakikat Zikir Jalan Taat Menuju Allah. Depok: Intuisi Press.
4) Buku yang Ditulis Oleh Tim (Hisyam Zaini, Bermawi Munthe, & Sekar Ayu).
Zaini, Hisyam, Bermawi Munthe, & Sekar Ayu. 2002. Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: CTSD IAIN Sunan Kalijaga.
5) Beberapa Buku dengan Penulis Sama.
Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama pula, data tahun penerbitan diikuti oleh lambang a, b, c, dan seterusnya yang urutannya ditentukan berdasarkan abjad judul buku-bukunya.
Contoh:
Hernowo. 2003a. Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
_______ 2003b. Main-Main dengan Teks Sembari Mengasah Kecerdasan Emosi. Bandung: Kaifa.
_______ 2003c. Quantum Reading: Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Membaca. Bandung: MLC.
_______ 2004a. Breaking the Habit. Bandung: Menulis untuk Mengenal dan Mengubah Diri. Bandung: MLC.
______ 2004b. Langkah Mudah Membuat Buku yang Menggugah. Bandung: MLC.
6) Buku Berisi Kumpulan Artikel yang Ada Editornya.
Sama dengan menulis bahan pustaka berupa buku ditambah dengan (Ed.) jika ada satu editor dan (Eds.) jika editornya lebih dari satu, di antara nama penulis dan tahun penerbitan.
Contoh:
Aminuddin (Ed.). 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.
Ali, Muhammad & Ahmad Wicaksono (Eds.) 2008. Napak Tilas ke Jabal Rahmah. Bandung: Nurul Ilmi.
b. Bahan Pustaka Berupa Artikel.
1) Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel yang Ada Editornya.
Nama penulis artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Nama editor ditulis seperti menulis nama biasa, diberi keterangan (Ed.) bila hanya satu editor, dan (Eds.) bila lebih dari satu editor. Nomor halamannya ditulis dalam kurung.
Contoh:
Hasan, M.Z. 1990. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Dalarn Arninuddin (Ed.), Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra (hlm. 12-25). Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.
Kurniawati, Ika. 2008. Wanita Korban Mode. Dalam Hikmawati & Putri Salsabila (Eds.), Menutup Aurat Menurut Syariat Islam (hlm. 112). Jakarta: Pustaka Hidayah.
2) Artikel dalam Jurnal
Nama penulis ditulis paling depan diikuti dengan tahun, judul artikel, dan nama jurnal. Bagian akhir berturut-turut ditulis jurnal tahun ke berapa, nomor berapa (dalam kurung), dan nomor halaman dari artikel tersebut.
Contoh:
Lukman, M. 2008. Pentingnya Keteladanan dalam Dunia Pendidikan. At-Tarbiyah, 1(1): 23-37.
3) Artikel dalam Jurnal dari CD-ROM
Penulisannya sama dengan rujukan dari artikel dalam jurnal cetak ditambah dengan penyebutan CD-ROM-nya dalam kurung.
Contoh:
Krashen, S., Long, M.. & Scarcella, R. 1979. Age, Rate, and Eventual Attainment in Second
Language Acquisition. TESOL Quarterly, 13:573-82 (CD-ROM: TESOL Quarterly-
Digital, 1997).
4) Artikel dalam Majalah atau Koran
Nama penulis ditulis paling depan, diikuti oleh tanggal, bulan, tahun (jika ada), judul artikel, nama majalah, dan diikuti nomor halaman.
Contoh:
Mannan, Abdul. 2009. Strategi Meningkatkan Mutu Diri. Hidayatullah. Hidayatullah, hlm. 98.
c. Bahan Pustaka dari Koran Tanpa Penulis
Nama koran ditulis di bagian awal. Tanggal, bulan, dan tahun ditulis setelah nama koran, kemudian judul dan diikuti dengan nomor halaman.
Contoh:
Republika. 10 Januari 2009. Serdadu Israel Membantai Rakyat Palestina Secara Biadab, hlm.2.
d. Bahan Pustaka dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit Tanpa Penulis dan Tanpa Lembaga
Judul atau nama dokumen ditulis di bagian awal, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit, dan nama penerbit.
Contoh:
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2004. Jakarta: PT Armas Duta Jaya.
e. Bahan Pustaka dari Lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut
Nama lembaga penanggungjawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan, nama tempat penerbitan, dan nama lembaga yang bertanggung jawab atas penerbitan karangan tersebut.
Contoh:
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
f. Bahan Pustaka Berupa Karya Terjemahan
Nama penulis asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terje mahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan. Apabila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kata Tanpa tahun.
Contoh:
Maududi, Abul A’la. Tanpa tahun. Penjajahan Peradaban. Terjemahan oleh Afif Mohammad. 1986. Bandung: Pustaka.
g. Bahan Pustaka Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi.
Nama penulis ditulis paling depan, diikuti tahun yang tercantum pada sampul, judul skripsi, tesis, atau disertasi diikuti dengan pernyataan tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nama fakultas (jurusan) serta nama perguruan tinggi.
Contoh:
Kuniah, Siti Baiti, 2006. Pengaruh Pembiasaan Beribadah di Sekolah Terhadap Akhlaq Mulia pada Siswa SDIT Nurul Islam Desa Butuh, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Skripsi tidak diterbitkan. Salatiga: Jurusan Tarbiyah STAIN Salatiga.
h. Bahan Pustaka Berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya
Nama penulis ditulis paling depan, dilanjutkan dengan tahun, judul makalah, kemudian diikuti pernyataan "Makalah disajikan dalam ...", nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat penyelenggaraan, dan tanggal serta bulannya.
Contoh:
Hariyadi, R. 2007. Analisis Data Kualitatif. Makalah Disajikan dalam Workshop Penelitian bagi Dosen KOPERTAIS di Ungaran, Fakultas Agama Islam UNDARIS UNGARAN, 14 Juni.
i. Bahan Pustaka dari Internet Berupa Karya Individual
Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul karya tersebut dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung,
Contoh:
Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W, 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-95: The Calm before the Storm, (Online), (http://joumal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.html, diakses 12 Juni 1996).
j. Bahan Pustaka dari Internet Berupa Artikel dari Jurnal
Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul artikel, nama jurnal dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.
Contoh:
Griffith, A.I. 1995. Coordinating Family and School: Mothering for Schooling, Education Policy Analysis Archives, (OnIine), Vol. 3, No. I, (http://olam,ed,asu.edu/epaa/, diakses 12 Februari 1997).
Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jumal Ilmu Pendidikan, (Online), Jilid 5, No.4, (http://www.malang.ac,id, diakses 20 Januari 2000).
k. Bahan Pustaka dari Internet Berupa Bahan Diskusi
Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik bahan diskusi, nama bahan diskusi dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.
Contoh:
Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAlN Discussion List, (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu, diakses 22 Nopember 1995).
l. Bahan Pustaka dari Internet Berupa E-mail Pribadi
Nama pengirim (jika ada) dan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan, nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirimi).
Contoh:
Davis, A. (a.davis@uwts.edu.au). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tools. E-mail kepada Alison Hunter (huntera@usq.edu.au).
Naga, Dali S. (ikip-jkt@indo.net.id). 1 Oktober 1997. Artikel untuk JIP. E-mail kepada Ali Saukah (jippsi@rnlg.ywcn.or.id).
m. Bahan Pustaka dari Internet yang Tidak Mencantumkan Nama Penulis
Contoh:
http://www.info-indo.com/indonesia/history/java.htm : The History of Islam in Indonesia.
www.indo.com/indonesia/hstory.html : The Spread of Islam to Southeast Asia.
Catatan: Penulisan bahan pustaka dari internet yang tidak mencantumkan nama penulis ini dalam Daftar Pusaka diletakkan pada urutan terakhir.
C. TABEL DAN GAMBAR
1. Penyajian Tabel
Penggunaan tabel dapat dipandang sebagai salah satu cara yang sistematis untuk menyajikan data statistik dalam kolom-kolom dan lajur, sesuai dengan klasifikasi masalah. Dengan menggunakan tabel, pembaca akan dapat memahami dan menafsirkan data secara cepat dan dapat menemukan hubungan-hubungannya.
Tabel yang baik seharusnya sederhana dan dipusatkan pada beberapa ide. Memasukkan terlalu banyak data dalam suatu tabel dapat mengurangi nilai penyajian tabel. Lebih baik menggunakan banyak tabel daripada menggunakan sedikit tabel yang isinya terlalu padat. Tabel yang baik harus dapat menyampaikan ide dan hubungan-hubungannya secara efektif.
Jika suatu tabel cukup besar (lebih dari setengah halaman), maka tabel harus ditempatkan pada halaman tersendiri; dan jika tabel cukup pendek (kurang dari setengah halaman), sebaiknya diintegrasikan dengan teks. Tabel harus diberi identitas (berupa nomor dan nama tabel) dan ditempatkan di atas tabel. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan perujukan. Jika tabel lebih dari satu halaman, maka bagian kepala tabel (termasuk teksnya) harus diulang pada halaman selanjutnya. Akhir tabel pada halaman pertama tidak pertu diberi garis horisontal. Pada halaman berikutnya, tuliskan Lanjutan Tabel... pada tepi kiri, tiga spasi dari garis horisontal teratas tabel. Hanya huruf pertama kata tabel ditulis dengan menggunakan huruf besar. Kata "Tabel" ditulis di pinggir, diikuti nomor dan judul tabel. Judul tabel ini ditulis dengan huruf besar pada huruf pertama setiap kata kecuali kata hubung. Jika judul tabel lebih dari satu baris, baris kedua dan seterusnya ditulis sejajar dengan huruf awal judul dengan jarak satu spasi. Judul tabel tanpa diakhiri tanda titik. Berilah jarak 3 spasi antara teks sebelum tabel dan teks sesudah tabel. Nomor tabel ditulis dengan angka Arab sebagai identitas tabel yang menunjukkan bab tempat tabel itu dimuat dan nomor urutnya dalam bab yang bersangkutan. Dengan demikian untuk setiap bab nomor urut tabel dimulai dari nomor 1.
Contoh:
Tabel 3.2 Tingkat Motivasi Berprestasi Mahasiswa STAIN Salatiga Tahun 2005
Nomor tabel ini menunjukkan bahwa tabel yang berjudul Tingkat Motivasi Berprestasi Mahasiswa STAIN Salatiga Tahun 2005 terletak pada Bab III nomor urut kedua. Pengacuan tabel menggunakan angka, bukan dengan menggunakan kata tabel di atas atau tabel di bawah.
Garis yang paling atas dari tabel diletakkan 3 spasi di bawah nama tabel. Kolom pengepalaan (heading), dan deskripsi tentang ukuran atau unit data harus dicantumkan. Istilah-istilah seperti nomor, persen, frekuensi, dituliskan dalam bentuk singkatan/lambang: No., %, dan f. Data yang terdapat dalam tabel ditulis dengan menggunakan spasi tunggal.
Tabel yang dikutip dari sumber lain wajib diberi keterangan mengenai nama akhir penulis, tahun publikasi, dan nomor halaman tabel asli di bawah tabel dengan jarak tiga spasi dari garis horisontal terbawah, mulai dari tepi kiri. Jika diperlukan catatan untuk menjelaskan butir-butir tertentu yang terdapat dalam tabel, gunakan simbol-simbol tertentu dan tulis dalam bentuk superskrip. Catatan kaki untuk tabel ditempatkan di bawah tabel, dua spasi di bawah sumber, bukan pada bagian bawah halaman.
Contoh:
Tabel 3.2 Keterlibatan Lulusan dalam Kegiatan Pembinaan Staf
Kegiatan | Peranan Lulusan | Relevansi | |||||
P | Pb | Pan | Pl | R | TSR | TR | |
% | % | % | % | % | % | % | |
Workshop (87,4%) *) | 54,6 | 61,3 | 38,2 | 28,7 | 44,3 | 48,8 | Ttd. |
Seminar (73,6%) | 3,2 | 19,4 | 48,6 | 29.1 | 54,9 | 26,2 | 8,9 ** |
Lokarya (68,0%) | 31,6 | 30,7 | 20,5 | 7,8 | 51,5 | 37,9 | Ttd. |
Kegiatan lain (11,5%) | 12,6 | 22,7 | 12,1 | 5,7 | Ttd. | 2,9 | Ttd. |
Catatan:
P = Peserta R = Relevan
Pb = Pembicara TSR = Tidak selalu relevan
Pan = Panitia TR = Tidak relevan
PI = Peran lain Ttd = Tidak tersedia data
*) Angka-angka dalarn kurung menunjukkan persentase lulusan yang memberikan jawaban.
**) Sejumlah 8,9% lagi dari peserta kegiatan ini menyatakan bahwa hal itu tidak relevan dengan bidang keahlian mereka. Alasan-alasan yang diberikan antara lain bahwa kuIiah-kuliah yang diberikan kadang-kadang sangat berbeda dengan bidang keahIian baru lulusan yang mereka peroleh dalam pendidikan di luar negeri.
2. Penyajian Gambar
Istilah gambar mengacu pada foto, grafik, chart, peta, sket, diagram, bagan, dan gambar lainnya. Gambar dapat menyajikan data dalam bentuk-bentuk visual yang dapat dengan mudah dipahami. Gambar tidak harus dimaksudkan untuk membangun deskripsi, tetapi dimaksudkan untuk menekankan hubungan tertentu yang signifikan. Gambar juga dapat digunakan untuk menyajikan data statistik berbentuk grafik.
Beberapa pedoman penggunaan gambar dapat dikemukakan seperti berikut.
a. Judul gambar ditempatkan di bawah gambar, bukan di atasnya. Cara penulisan judul gambar sarna dengan penulisan judul tabel.
b. Gambar harus sederhana untuk dapat menyampaikan ide dengan jelas dan dapat dipahami tanpa harus disertai penjelasan tekstual.
c. Gambar harus digunakan dengan hemat. Terlalu banyak gambar dapat mengurangi nilai penyajian data.
d. Gambar yang memakan tempat lebih dari setengah halaman harus ditempatkan pada halaman tersendiri.
e. Penyebutan adanya gambar seharusnya mendahului gambar.
f. Gambar diacu dengan menggunakan nomor gambar (angka), misalnya seperti terdapat pada gambar 5, bukan dengan menggunakan kata gambar di atas atau gambar di bawah.
g. Gambar dinomori dengan menggunakan angka Arab seperti pada penomoran tabel.
3. Hal-hal Teknis yang Perlu Diperhatikan Terkait dengan Penyajian Tabel dan Gambar
a. Jarak antara tabel atau gambar dengan teks sebelum dan sesudahnya adalah tiga spasi.
b. Judul tabel atau gambar harus ditulis pada halaman yang sama dengan tabel atau gambarnya.
c. Tepi kanan teks sedapat mungkin rata, dengan tetap memperhatikan kaidah pemenggalan kata yang benar. Jarak antarkata harus tetap sama (satu-dua ketukan) dan tidak boleh ada jarak yang terlalu longgar.
d. Tidak boleh memberi tanda apa pun sebagai tanda berakhirnya sebuah bab, termasuk gambar untuk pengisi halaman yang masih kosong.
e. Tidak boleh ada bagian yang kosong pada halaman, kecuali jika halaman tersebut merupakan akhir suatu bab.
f. Tidak boleh memotong tabel menjadi dua bagian (dalam dua halaman) jika memang bisa ditempatkan pada halaman yang sama.
g. Tidak boleh menempatkan judul subbab dan identitas tabel pada akhir halaman (kaki halaman).
h. Rincian tidak boleh menggunakan tanda hubung (-), tetapi menggunakan tanda bulit. Ukuran besar-kecilnya bulit yang digunakan disesuaikan dengan ukuran huruf yang digunakan. Bulit diletakkan di tepi kiri, terpisah satu ketukan dengan huruf yang mengikutinya. Rincian dengan menggunakan angka hanya diperbolehkan jika mengandung pengertian langkah-langkah atau prosedur.
D. BAHASA DAN EJAAN
Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang harus mengikuti dua macam kaidah, yaitu kaidah umum dan kaidah khusus atau selingkung. Kaidah umum adalah kaidah tentang bahasa dan ejaan yang berlaku secara umum. Kaidah selingkung adalah tentang teknis penulisan yang telah disepakati bersama dan berlaku di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga. Kedua kaidah itu harus diterapkan secara konsisten oleh penulis skripsi.
1. Penggunaan Bahasa
Penulisan karya ilmiah hendaknya menggunakan bahasa yang jelas, tepat, formal, dan lugas. Kejelasan dan ketepatan isi dapat diwujudkan dengan menggunakan kata dan istilah yang jelas dan tepat, kalimat yang tidak berbelit-belit, dan struktur paragraf yang runtut. Kelugasan dan keformalan gaya bahasa diwujudkan dengan menggunakan kalimat pasif, kata-kata yang tidak emotif, dan tidak berbunga-bunga. Hindarilah penggunaan kata-kata seperti saya atau kami atau kita. Jika terpaksa menyebutkan kegiatan yang dilakukan oleh penulis sendiri, istilah yang dipakai bukan kami atau saya, melainkan penulis atau peneliti. Namun, istilah penulis atau peneliti seyogyanya digunakan sesedikit mungkin.
2. Penulisan Ejaan dan Tanda Baca
Penggunaan ejaan dan tanda baca secara tepat merupakan hal yang sangat penting dalam penulisan karya tulis ilmiah, karena bahasa tulis tidak dibantu oleh unsur-unsur seperti kualitas suara, kedipan mata, gerakan tangan, dan sebagainya, seperti yang terdapat dalam bahasa lisan. Bahasa tulis hanya memiliki alat bantu berupa ejaan dan tanda-tanda baca. Ejaan dan tanda-tanda baca itu dapat membantu memperjelas maksud penulis. Oleh karena itu, penggunaan ejaan dan tanda baca yang tepat akan sangat membantu pembaca dalam memahami suatu karya tulis ilmiah.
Penulis yang menggunakan bahasa Indonesia sebaiknya mempelajari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Hal-hal yang harus dicermati penulis antara lain penulisan kata, penulisan huruf kapital, penulisan huruf miring, pemakaian tanda baca, penulisan singkatan dan akronim, penulisan angka dan bilangan, serta penulisan unsur serapan. Berikut ini beberapa kaidah penting yang perlu diperhatikan.
Titik (.), koma (,), titik koma (;), titik dua (:), tanda seru (!), tanda tanya (?), dan tanda persen (%) diketik rapat dengan huruf yang mendahuluinya.
Tidak Baku | Baku |
Sarnpel dipilih secara rambang . ... iman , Islam , dan ihsan. ... dengan teori ; kemudian .... ... sebagai berikut : Hal itu tidak benar ! Benarkah hal itu ? Jumlahnya sekitar 20 %. | Sarnpel dipilih secara rarnbang. ... iman, Islam, dan ihsan. ... dengan teori; kemudian .... ... sebagai berikut: Hal itu tidak benar! Benarkah hal itu? Jumlahnya sekitar 20%. |
Tanda kutip ("...") dan tanda kurung () diketik rapat dengan huruf dari kata atau frasa yang diapit.
Tidak Baku | Baku |
Kelima kelompok " sepadan ". Tes tersebut dianggap baku ( standardized ). | Kelima kelompok "sepadan". Tes tersebut dianggap baku (standardized). |
Tanda hubung (-), tanda pisah (---), dan garis miring (/) diketik rapat dengan huruf yang mendahului dan mengikutinya.
Tidak Baku | Baku |
Tidak berbelit - belit. lni terjadi selama tahun 1942 - 1945. Semua teknik analisis yang dipakai di sini --- kuantitatif dan kualitatif --- perlu ditinjau. Dia tidak / belum mengaku. | Tidak berbelit-belit. Ini terjadi selarna tahun 1942-1945. Semua teknik analisis yang dipakai di sini--- kuantitatif dan kualitatif --- perlu ditinjau. Dia tidak/belum mengaku. |
Tanda sarna dengan (=), lebih besar (>), lebih kecil (<), tambah (+), kurang (-), kali (x), dan bagi (:) diketik dengan spasi satu ketukan sebelum dan sesudahnya.
Tidak Baku | Baku |
y=5 y>2 y<7 5+5=10 6:2=3 | y = 5 y > 2 y < 7 5 + 5 = 10 6 : 2 = 3 |
Akan tetapi, tanda bagi (:) yang dipakai untuk memisahkan tahun penerbitan dengan nomor halaman pada rujukan diketik rapat dengan angka yang mendahului dan mengikutinya.
Tidak Baku | Baku |
Agustian (2005 : 16) menyatakan | Agustian (2005:16) menyatakan |
E. PENGETIKAN DAN PENJILIDAN
1. Pengetikan
Berkaitan dengan pengetikan, perlu dijelaskan hal-hal sebagai berikut.
a. Kertas yang digunakan adalah jenis HVS putih, ukuran A4 (21,0 cm x 29,7 cm) dengan bobot minimal 70 gram. Apabila digunakan kertas khusus, seperti kertas milimeter untuk grafik, kertas kalkir untuk bagan, boleh digunakan kertas di luar batas ukuran yang telah ditentukan, namun harus dilipat sesuai dengan ukuran kertas naskah yang telah ditentukan.
b. Jarak pengetikan antara baris satu dengan baris berikutnya adalah dua spasi, kecuali pengetikan hal-hal yang bersifat khusus, seperti daftar pustaka, kutipan langsung, judul tabel atau gambar, keterangan tambahan dalam foot note, diketik satu spasi.
c. Batas tepi pengetikan naskah mengikuti ketentuan sebagai berikut.
· Tepi atas : 4 cm.
· Tepi bawah : 3 cm
· Tepi kiri : 4 cm.
· Tepi kanan : 3 cm.
d. Naskah akhir skripsi hendaknya dicetak (di-print) dengan printer deskjet, inkjet atau laser.
e. Jenis huruf untuk skripsi berbahasa Indonesia dan Inggris adalah Times New Roman dengan ketentuan ukuran sebagai berikut.
· Font 12, untuk judul bab, judul subbab, teks induk, abstrak, lampiran, dan daftar pustaka.
· Font 10, untuk kutipan blok, judul tabel, judul bagan/gambar, teks tabel, teks bagan/gambar, catatan kaki, indeks, header, footer.
f. Jenis huruf untuk skripsi berbahasa Arab adalah Traditional Arabic dengan ketentuan ukuran sebagai berikut.
· Font 26, untuk judul bab.
· Font 18, untuk judul subbab, judul abstrak, judul daftar pustaka, judul tabel, judul gambar, dan judul indeks.
· Font 16, untuk teks induk, indeks, dan yang lain
g. Modus Huruf
Penggunaan huruf normal, miring (italic), tebal (bold), dan garis bawah (underline)
sebagai berikut.
- Normal
o teks induk, abstrak, kata-kata kunci, tabel, gambar, bagan, catatan, lampiran.
· Miring (italic)
o kata non Indonesia (bahasa asing dan bahasa daerah)
o istilah yang belum lazim
o bagian penting (untuk bagian penting tidak boleh digunakan bold-normal, tetapi boleh italic-bold)
o contoh yang disajikan pada teks utama
o judul buku, jurnal, majalah, dan surat kabar dalam teks utama dalam daftar pustaka
· Tebal (bold)
o judul bab
o judul subbab (heading)
o bagian penting dari suatu contoh dicetak bold-italic; perhatikan contoh berikut.
Firdaus anak Abdullah sedang belajar di STAIN Salatiga.
· Garis bawah (underline)
o Garis bawah tidak boleh dipergunakan, kecuali dalam hal-hal yang sangat khusus.
h. Paragraf dan Penomoran
· Awal paragraf dimulai 1,2 cm dari tepi kiri bidang pengetikan.
· Sesudah tanda baca titik, titik dua, titik kama, dan kama, hendaknya diberi satu ketukan kosong.
· Lambang-lambang huruf Yunani dan yang tidak dapat ditulis dengan komputer hendaknya ditulis tangan secara rapi dengan tinta hitam.
· Bilangan hendaknya ditulis dengan angka, kecuali pada permulaan kalimat.
· Bagian awal skripsi diberi nomor halaman angka Romawi kecil di tengah bagian bawah.
· Bagian inti dan bagian penutup skripsi dengan angka Arab di tengah bagian bawah.
· Nomor halaman untuk lampiran ditulis dengan menggunakan angka Arab di tengah bagian bawah, melanjutkan nomor halaman sebelumnya.
2. Penjilidan
· Skripsi harus dijilid dengan menggunakan karton tebal, pada punggung skripsi hendaknya dimuat nama penulis dan judul.
· Skripsi dijilid sebanyak 3 eksemplar (1 untuk jurusan, 1 untuk perpustakaan, dan 1 untuk arsip penulis).
· Warna sampul:
o Jurusan Tarbiyah (hijau)
o Jurusan Syari’ah (hitam)
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1:
Contoh Lembar Sampul Skripsi Prodi PAI (Prodi yang lain harap menyesuaikan)
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM
BERBASIS KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPIRITUAL
(font 16)
SKRIPSI
(font 16)
Diajukan untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Islam
(font 14)

(Berdiameter 5 cm)
Oleh
ADINDA CAHAYA SEMESTA
NIM 11108045
(font 14)
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2008
(font 14)
Lampiran 2:
Contoh Lembar Berlogo STAIN Salatiga (berdiameter 10 cm. dan warna hitam-putih)

Lampiran 3:
Contoh Lembar Judul Skripsi Prodi PAI (Prodi yang lain harap menyesuaikan)
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM
BERBASIS KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPIRITUAL
(font 16)
SKRIPSI
(font 16)
Diajukan untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Islam
(font 14)

(Berdiameter 5 cm)
Oleh
ADINDA CAHAYA SEMESTA
NIM 11108045
(font 14)
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2008
(font 14)
Lampiran 4:
Contoh Lembar Persetujuan Pembimbing
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Setelah dikoreksi dan diperbaiki, maka skripsi Saudara:
Nama : Muhammad Hidayatullah
NIM : 11108012
Jurusan : Tarbiyah
Program Studi : Pendidikan Agama Islam
Judul : KONSEP PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPIRITUAL
telah kami setujui untuk dimunaqosahkan.
Salatiga, 3 Desember 2008
Pembimbing
Prof. Dr. H. M. Ikhlas Beramal, M. Ag.
NIP. 150987654
Lampiran 5:
Contoh Lembar Pengesahan Kelulusan
DEPARTEMEN AGAMA RI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA Jl. Tentara Pelajar 02 Telp. 323706 Fax.323433 Kode Pos. 50721 Salatiga http//www.salatiga.ac.id e-mail:akademik@stainsalatiga.ac.id |
PENGESAHAN KELULUSAN
Skripsi Saudara __________________ dengan Nomor Induk Mahasiswa ________________
yang berjudul _________________________________________________________________
telah dimunaqosahkan dalam Sidang Panitia Ujian Jurusan __________________________,
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga pada Rabu, 3 Desember 2008 dan telah diterima sebagai bagian dari syarat-syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.).
5 Dzulhijjah 1429 H.
Salatiga, __________________
3 Desember 2008 M.
Panitia Ujian
Ketua Sidang Sekretris Sidang
(Ketua STAIN Salatiga) (Pembantu Ketua Bid. Ak.)
NIP. NIP.
Penguji I Penguji II
______________________ ____________________
NIP. NIP.
Pembimbing
____________________
NIP.
Lampiran 6:
Contoh Lembar Pernyataan Keaslian Tulisan
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Muhammad Hidayatullah
NIM : 11108012
Jurusan : Tarbiyah
Program Studi : Pendidikan Agama Islam
Menyatakan bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.
Salatiga, 10 November 2008
Yang menyatakan,
(tanda tangan)
Muhammad Hidayatullah
Lampiran 7:
Contoh Lembar Motto dan Persembahan
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
Jadilah orang baik, jangan sekedar kelihatan baik.
PERSEMBAHAN
Untuk orang tuaku,
para dosenku, saudara-saudaraku,
sahabat-sahabat seperjuanganku,
dan teman spesialku yang selalu setia ”menungguku”.
Lampiran 8 :
Contoh Lembar Abstrak
ABSTRAK
Bintang Timur, Muhammad. 2008. Makna Sekolah bagi Masyarakat Tertinggal (Studi Pengembangan Model Persekolahan bagi Masyarakat Desa Sukadamai, Kecamatan Ademayem, Kabupaten Penuharapan). Skripsi. Jurusan Tarbiyah. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Negei Salatiga. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Abu Bakar, M.A., (II) Dra. Uswah Hasanah, M.Pd.
Penelitian ini merupakan upaya untuk mengembangkan model persekolahan yang bermakna bagi masyarakat tertinggal di Desa Sukadamai. Pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah (1) bagaimanakah masyarakat tertinggal di Desa Sukadamai merasakan kebermaknaan sekolah selama ini?, dan (2) model persekolahan seperti apakah yang memiliki makna fungsional bagi mereka?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi pengembangan (research and development).
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat kurang merasakan manfaat yang besar dari sekolah. Sekolah tidak lebih dari sekedar (a) upaya memperoleh kemampuan baca-tulis, dan (b) sebagai kepatutan ketika anak masih kecil dan belum dapat disuruh bekerja. Setelah lulus SD atau SMP kebanyakan penduduk merantau ke kota-kota besar untuk bekerja sebagai buruh kasar. Ketika sudah berkeluarga dan penghasilan di kota tidak mencukupi, umumnya mereka kembali ke kampung halaman dan bekerja di ladang atau pekerjaan lain tanpa bekal keahlian.
Berdasarkan uji coba pembelajaran pertanian dan peternakan, bagi para siswa SMP dari daerah ini ditemukan, ternyata mereka menyambut positif, baik sekolah, orang tua, maupun masyarakat sekitar. Program ini juga match dengan kehidupan keseharian siswa. Mengacu pada temuan tersebut, maka penelitian ini merekomendasikan pembelaaran keahlian pertanian dan peternakan atau keahlian lain sesuai dengan kondisi dan potensi alam daerah tertinggal dapat dilakukan pada jenjang SMP.
Lampiran :
Cakupan Tema Penelitian Skripsi Jurusan Tarbiyah
1. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)
a. Kajian pemikiran pendidikan dari para tokoh Muslim periopde klasik, modern dan kontemporer.
b. Kajian naskah/pustaka kependidikan Islam baik dari kitab suci (al-Qur’an), al-hadis, atau buku-nuku karya ulama dan ilmuwan muslim.
c. Kajian gerakan dalam bidang pendidikan (Islam)
d. Kajian kelembagaan pendidikan (Islam) yang meliputi manajemen, kurikulum, PBM dans sebagainya.
e. Kajian fenomena pendidikan Islam di keluarga, masyarakat, instansi, negara dan lain-lain.
f. Kajian psikologi, sosiologi, sejarah, filsafat dan politik pendidikan (Islam).
g. Penelitian tindakan kelas, eksperimen dan berbagai studi kasus dalam penyelenggaraan pendidikan dan proses pembelajaran di lembaga pendidikan.
2. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
a. Penelitian pengembangan pembelajaran bahasa Arab di sekolah, madrasah, pesantren dan sebagainya, yang meliputi metode, kurikulum, evaluasi dan sebagainya.
b. Penelitian tindakan kelas, penelitian eksperimen dan berbagai studi kasus dalam proses pembelajaran bahasa arab di sekolah, madrasah, pesantren atau lembaga kursus.
c. Penelitian linguistik bahasa Arab, yang meliputi:
1) Psikolinguistik
2) Sosiolinguistik
3) Linguistik terapan
4) Linguistik komparatif
5) Analisis kontrastif
d. Kajian literer/ naskah berbahasa Arab baik berupa ayat-ayat al-Qur’an, al-hadis, buku-buku ilmiah karya para ulama dan ilmuwan, karya sastra berupa syair, novel dan sebagainya yang terkait dengan masalah kebahasaan atau kependidikan.
3. Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI)
a. Penelitian pengembangan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah, madrasah, pesantren, lembaga kursus dan sejenisnya, yang meliputi metode, kurikulum, evaluasi dan sebagainya.
b. Penelitian tindakan kelas, penelitian eksperimen dan berbagai studi kasus dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di sekolah, madrasah, pesantren atau lembaga kursus.
c. Penelitian linguistik bahasa Inggris, yang meliputi:
1) Psikolinguistik
2) Sosiolinguistik
3) Linguistik terapan
4) Linguistik komparatif
5) Analisis kontrastif
d. Kajian literer/naskah berbahasa Inggris, berupa buku ilmiah, sastra berupa puisi, roman, novel, film, dan sebagainya yang terkait dengan masalah kebahasaan atau kependidikan.


mas, sistematiak penulisan diatas sudah sesaui dengan sistematika yg diinginkan stain belum? kalau memang benar iya,, bisa jadi acuan saya menyusun tugas akhir
BalasHapus